Kenapa Justin Bieber Cuma Mainin Cuplikan Lagu Lamanya di Coachella?

Asep Syaifullah
|
detikPop
Justin Bieber tampil di Coachella 2026.
Foto: dok. Tangkapan Layar YouTube Coachella
Jakarta - Penampilan Justin Bieber di panggung Coachella 2026 menjadi salah satu momen yang paling banyak dibicarakan, bukan hanya karena aksi panggungnya, tetapi karena format set YouTube yang unik sekaligus membingungkan bagi sebagian penonton.

Di tengah riuh rendah penggemar, Bieber menyajikan sesi nostalgia yang memicu perdebatan panjang mengenai hak cipta dan kepemilikan karya musik.

Di sela-sela penampilannya, Bieber mengambil jeda untuk menyapa penonton dengan cara yang tidak biasa. Ia memutar serangkaian cuplikan video melalui layar raksasa yang menyerupai antarmuka YouTube-platform yang melambungkan namanya hampir dua dekade lalu.

"Maaf saya harus memotongnya, tapi ini hanya cuplikan-cuplikan kecil. Saya hanya ingin melihat sejauh mana kalian mengikuti perjalanan saya," ujar Bieber di atas panggung.

Ia pun menyanyikan beberapa hits lamanya seperti Babyz Favorite Girl, That Should Be Me, Beauty and a Beat, The One hingga Never Say Never.

Tak hanya video musik resmi, Bieber bahkan menyertakan dua video cover masa kecilnya saat ia masih menjadi pengamen jalanan di Stratford, Ontario.

Buat Beliebers lama, momen ini adalah perjalanan emosional yang manis. Namun, bagi pengamat industri, format potongan singkat ini memicu kecurigaan.

Tak lama setelah konser berakhir, spekulasi mulai bermunculan. Laporan dari Daily Mail (12/4) mengklaim alasan Bieber tidak membawakan lagu-lagu hits lamanya secara utuh adalah karena ia telah menjual seluruh katalog musiknya kepada Hipgnosis Song Management (yang kini telah berganti nama menjadi Recognition Music Group) pada akhir 2022.

Narasi yang berkembang adalah Bieber kehilangan hak untuk mementaskan karya-karya lamanya secara bebas, sehingga ia terpaksa lebih menonjolkan materi lagu terbaru.

Namun, investigasi terbaru yang dilakukan oleh The Verge (14/4) justru mengungkap fakta sebaliknya. Para ahli hukum musik dan kekayaan intelektual (IP) menegaskan asumsi mengenai larangan tampil tersebut adalah sebuah miskonsepsi besar dalam industri hiburan.

"Daily Mail keliru soal itu," tegas Daniel J. Schacht, seorang pengacara hukum musik dan hiburan.

"Penjualan katalog musiknya tidak mencegah Bieber untuk membawakan lagu-lagunya sendiri di atas panggung."

Senada dengan Schacht, James Grimmelmann, Profesor Hukum Informasi dan Digital di Cornell Tech, menjelaskan ada perbedaan mendasar antara kepemilikan aset musik dan hak pertunjukan.

"Bukan begitu cara kerjanya. Tidak ada satu pun bagian dari industri ini yang bekerja seperti itu," ujar Grimmelmann.

Ketika Bieber menjual katalognya, Recognition Music Group memang mengambil alih hak cipta penerbitan (publishing) dan rekaman master. Namun, dalam konteks konser live, hak yang berlaku adalah Hak Pertunjukan Publik (Public Performance Right).

Secara teknis, hak-hak ini dikelola oleh organisasi pemungut royalti (PRO). Tempat-tempat besar seperti Coachella memiliki kontrak lisensi menyeluruh dengan organisasi tersebut. Hal ini memungkinkan setiap penampil untuk membawakan lagu apa pun yang ada dalam katalog tanpa harus memiliki hak miliknya secara pribadi.

Singkatnya, meskipun Recognition Music Group berhak mendapatkan royalti dari setiap kali lagu itu diputar atau dinyanyikan, Bieber tetap memiliki hak sepenuhnya untuk membawakan lagu-lagu tersebut di atas panggung manapun yang telah memiliki lisensi.

Keputusan Bieber untuk hanya menampilkan cuplikan pendek lewat YouTube di Coachella tampaknya murni merupakan pilihan artistik untuk menonjolkan evolusinya sebagai musisi, bukan karena adanya batasan hukum atau kontrak yang mengikat tangannya.


(ass/pus)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO