Penulis Panji Sukma Bilang Begini Usai Di-banned dari Industri Buku
Kasus ini viral setelah korban lewat akun media sosialnya membongkarnya. Dua penerbit pun memutuskan kontrak, menghentikan penjualan bagi ketiga novelnya, dan melakukan banned.
Novelis Sang Keris pun buka suara soal peristiwa yang dialaminya tersebut.
"Yang pasti saat ini semua buku saya ditarik, setahu saya, dari media juga," kata Panji saat konferensi pers di kawasan Sukoharjo, Rabu (1/4/2026), seperti dikutip dari detikJateng.
Selain penerbit Buku Mojok, ada juga penerbit Gramedia Pustaka Utama (GPU) yang memutus kontrak dengan Panji Sukma. Panji juga kena black list dari Dewan Kesenian Jakarta. Terkait itu, Panji mengaku menghargai sikap para koleganya.
"Soal kolega-kolega saya, saya menghormati mereka. Saya tidak mau menyangkutkan kasus ini pada mereka, karena mereka diserang habis-habisan oleh netizen," ucapnya.
Dia mengaku sejak isu kekerasan seksual ini mencuat, tak hanya dirinya yang dihujat. Sejumlah teman dan organisasinya pun ikut terseret kasus pelecehan seksual ini.
Setelah kasusnya mencuat, penerbit buku Mojok yang lebih dahulu mengambil sikap. Pada Senin malam (30/3), penerbit Gramedia Pustaka Utama (GPU) yang menerbitkan Sang Keris dan Kuda mengunggah pernyataan terbuka dan menyatakan menghentikan penjualan karya tersebut.
"Sesuai bentuk komitmen dan merujuk pada Surat Perjanjian Penerbitan, kami Gramedia Pustaka Utama, dengan ini menarik dari kanal resmi kami, menghentikan penjualan, dan tidak akan mencetak lagi Sang Keris dan Kuda karya Panji Sukma,:" tegas penerbit GPU, seperti dilihat detikcom, Selasa (31/3/2026).
Pihak penerbit juga berharap agar ekosistem literasi jadi ruang aman bagi penulis dan pegiat lainnya. "Kami berkomitmen tidak memberi ruang bagi segala bentuk kekerasan, pembiaran, maupun sikap yang melemahkan suara dan pengalaman korban," sambung GPU.
Baca berita selengkapnya di detikJateng.
(tia/wes)











































