Bikin Jokes The Lion King, Komika Ini Digugat Rp 425 Miliar
Dunia komedi sedang dihebohkan dengan kabar tuntutan hukum raksasa yang menimpa seorang komika asal Zimbabwe, Learnmore Jonasi.
Tidak main-main, sosok komedian ini menghadapi gugatan senilai $27 juta atau sekitar Rp 425 miliar hanya karena materi stand-up yang membahas film ikonik The Lion King.
Dilansir dari The Times pada Kamis (26/3/2026), gugatan ini muncul setelah sang komedian membawakan materi yang memplesetkan atau menyindir elemen-elemen dalam film The Lion King.
Pihak penggugat, yang berafiliasi dengan pemegang hak kekayaan intelektual film tersebut, menuduh bahwa lelucon si komedian telah melanggar hak cipta dan mencemarkan citra merek dagang yang sangat berharga.
Pihak hukum penggugat berargumen bahwa materi komedi tersebut bukan sekadar parodi biasa, melainkan penggunaan tanpa izin yang merugikan nilai komersial dari franchise tersebut.
Angka $27 juta diklaim sebagai bentuk kompensasi atas potensi kerugian lisensi dan kerusakan reputasi karakter-karakter yang dianggap suci bagi anak-anak di seluruh dunia.
Kasus ini memicu perdebatan panas mengenai batasan Fair Use dalam karya seni dan komedi.
Fair Use merupakan aturan yang mengizinkan penggunaan sebagian kecil materi berhak cipta tanpa izin atau pembayaran lisensi kepada penciptanya. Penggunaan ini sah jika bertujuan untuk kritik, komentar, pelaporan berita, pengajaran, atau studi penelitian, yang tidak merugikan kepentingan ekonomi pemilik hak cipta.
The Lion King Foto: The LIon King (imdb) |
Banyak rekan sesama komedian dan aktivis kebebasan berpendapat merasa bahwa tuntutan ini terlalu berlebihan dan bisa mematikan kreativitas para seniman parodi.
"Jika setiap parodi harus dibayar dengan puluhan juta dolar, maka genre komedi satire akan mati," ungkap salah satu pengamat industri film.
Hingga saat ini, proses hukum masih berjalan. Learnmore Jonasi kabarnya tetap teguh pada pendiriannya bahwa materi tersebut adalah bentuk ekspresi seni yang dilindungi undang-undang parodi.
Namun, menghadapi raksasa hiburan dengan tim pengacara kelas dunia tentu bukan perkara mudah.
Seram juga ya, niatnya mau bikin orang tertawa, malah berakhir dengan tagihan ratusan miliar.
(ass/aay)











































