One Battle After Another Best Picture, Paul Thomas Anderson Borong 6 Piala Oscar 2026

Asep Syaifullah
|
detikPop
Cuplikan adegan dalam film One Battle After Another (2025).
Foto: Dok. Ist
Jakarta - Panggung Dolby Theatre menjadi saksi bisu sejarah baru dalam dunia sinema. Setelah lebih dari dua dekade menjadi "anak emas" kritikus namun kerap luput dari pengakuan tertinggi Academy, Paul Thomas Anderson (PTA) akhirnya sukses meraih kejayaan yang tertunda.

Film terbarunya, One Battle After Another, secara resmi dinobatkan sebagai Film Terbaik (Best Picture) di ajang Oscar 2026.

Kemenangan ini bukan sekadar pencapaian satu malam, melainkan puncak dari narasi panjang karier PTA yang penuh dengan ekspektasi.

One Battle After Another tidak hanya membawa pulang satu atau dua piala, melainkan menyapu bersih enam penghargaan dari berbagai kategori, menegaskan posisinya sebagai kekuatan dominan di musim penghargaan tahun ini.

Kategori yang dimenangkan untuk Best Picture, Best Director, Best Adapted Screenplay, Best Supporting Actor, Best Casting dan Best Editing.

Malam itu banyak disebut sebagai "duel para titan" antara PTA dengan Ryan Coogler yang mengandalkan film Sinners.

Meskipun Sinners berhasil membawa pulang piala Aktor Terbaik bagi Michael B. Jordan, One Battle After Another tetap tak tergoyahkan dalam kategori utama.

Dengan anggaran produksi yang menyentuh angka lebih dari USD 130 juta, film ini membuktikan visi artistik yang radikal tetap bisa memenangkan hati para pemilih Academy yang konservatif.

Pada momen penyerahan piala Sutradara Terbaik, PTA tampil dengan karakter khasnya yang rendah hati. Ia membuka pidato dengan candaan mengenai betapa sulitnya mendapatkan pengakuan dari Academy.

Namun, suasana berubah menjadi haru saat ia mendedikasikan piala tersebut kepada sahabat lamanya, mendiang Adam Somner.

"Akan selalu ada keraguan di dalam hati apakah kita benar-benar layak menerimanya, tapi tidak ada keraguan sedikit pun mengenai betapa senangnya saya bisa memegang piala ini sendiri," ucap Anderson di atas panggung.

Ia juga menekankan bahwa kunci keberhasilan film ini adalah kolaborasi dan kepercayaan antar kru, menyebut bahwa bagi dirinya, bioskop adalah "rumah" yang sebenarnya.

Kemenangan PTA tahun ini menandai pergantian babak dalam industri Hollywood. Ia kini berdiri sejajar dengan para legenda yang telah lebih dulu menyandang gelar sutradara terbaik, mengakhiri "pertempuran" panjangnya sendiri dengan Academy, sekaligus memberikan tontonan yang akan diingat oleh pecinta film selama bertahun-tahun ke depan.

(ass/dar)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO