Sekuel Barbie Terancam, Ryan Gosling dan Margot Robbie Gimana?
Jika kesepakatan gagal tercapai dalam kurun waktu tersebut, hak kekayaan intelektual atas waralaba ini akan otomatis kembali ke tangan perusahaan mainan Mattel. Situasi pelik ini menempatkan masa depan Barbie 2 di ujung tanduk.
Ini kemudian memicu tanda tanya besar di kalangan penggemar global: apakah Barbieland versi live-action akan kembali berlanjut di bawah naungan Warner Bros. atau justru berpindah ke studio lain?
Dilansir dari The New York Times dan The Hollywood Reporter pada Minggu (2/8/2026), Warner Bros. sebenarnya sudah berbulan-bulan mencoba melobi para motor utama kesuksesan film Barbie. Studio telah mengajukan berbagai skema kompensasi, termasuk tawaran pembagian keuntungan yang akan cair kalau sekuel tersebut berhasil menembus pencapaian box office tertentu.
Kendati demikian, negosiasi berjalan sangat alot akibat perbedaan visi finansial di internal manajemen studio. CEO Warner Bros. Discovery (WBD), David Zaslav, dikabarkan menolak untuk menyetujui paket kesepakatan yang diajukan karena menilai angka-angka tersebut berlebihan.
Cuplikan adegan Margot Robbie di Barbie (2023). Foto: Dok. Warner Bros |
Di sisi lain, para bintang utama seperti Ryan Gosling dilaporkan mematok bayaran tinggi (ada yang menyebut sampai USD 20 juta) mengingat ketiadaan klausul wajib sekuel dalam kontrak asli mereka pada film pertama.
Di tengah kabar deadlock tersebut, pihak Warner Bros. memberikan klarifikasi resmi guna meluruskan narasi yang berkembang. Juru bicara studio menyebutkan, perwakilan para aktor dan aktris sebenarnya telah menolak tawaran kompensasi yang diajukan sejak bulan Mei lalu, dan hingga kini belum memberikan penawaran balik.
Dua pimpinan Warner Bros. Motion Picture Group, Pam Abdy dan Michael De Luca, turut menegaskan komitmen mereka lewat sebuah pernyataan resmi.
"Kami memiliki perjanjian hak dengan Mattel dan telah mengajukan serangkaian penawaran besar untuk mencoba menyelesaikan kesepakatan pembuatan film Barbie berikutnya. Sayangnya, kami belum dapat mencapai kesepakatan hingga saat ini," kata mereka.
Dari sisi kreatif, potensi cerita sebenarnya sudah mulai dirintis. Greta Gerwig bersama suaminya sekaligus mitra penulis naskah, Noah Baumbach, dilaporkan telah mengantongi ide dasar untuk sekuel ini sejak beberapa tahun lalu.
he Hollywood Reporter bahkan sempat melaporkan pada 2024 bahwa pasangan tersebut berada di tahap awal pengembangan narasi. Kendati demikian, para kreator tampaknya memilih untuk menahan diri.
Mereka menolak untuk memulai proses penulisan naskah secara penuh sebelum kesepakatan kontrak resmi disetujui oleh pihak studio. Menjadikan ide cerita tersebut sebagai posisi tawar yang kuat dalam negosiasi yang sedang berlangsung.
Kegusaran para penggemar tentu beralasan, mengingat fenomena kolosal yang ditinggalkan film pertamanya pada Juli 2023. Dirilis secara bersamaan dengan film Oppenheimer karya Christopher Nolan hingga melahirkan fenomena budaya pop Barbenheimer, Barbie sukses mencetak sejarah box office global dengan pendapatan fantastis mencapai USD 1,5 miliar atau sekitar Rp 24,3 triliun.
Oppenheimer vs Barbie Foto: Dok. Warner Bros |
Tidak hanya mendominasi secara komersial lewat kampanye pemasaran masif berestetika merah muda yang ikonik, film ini juga diakui kritikus dengan memborong delapan nominasi Oscar, serta mengamankan satu piala lewat kategori Lagu Orisinal Terbaik (What Was I Made For? oleh Billie Eilish dan Finneas O'Connell).
Dengan sisa waktu yang kian menipis menuju bulan Desember, seluruh mata kini tertuju pada meja perundingan Warner Bros. dan perwakilan para bintang. Keputusan dalam beberapa pekan ke depan akan menjadi penentu mutlak: apakah Warner Bros. mampu menyelamatkan aset emas mereka, atau justru harus rela melihat Barbie melangkah pergi ke panggung studio lain.
(ass/aay)


