Na Willa: Dunia Anak yang Penuh Imajinasi

Rakhmad Hidayatulloh Permana
|
detikPop

EDITORIAL RATING

4/5

AUDIENCE RATING

-
Film Na Willa

Sinopsis:

Na Willa (Luisa Adreena) adalah kisah tentang kehidupan anak perempuan yang ceria dan penuh rasa ingin tahu. Mengambil latar tahun 60-an, Na Willa tumbuh dengan Mak (Irma Rihi) dan Pak (Junior Liem) yang bekerja di laut. Kehidupan sehari-hari Na Willa begitu menggembirakan.

Ia menghabiskan waktunya untuk bermain bersama Dul, Ida dan Bud. Na Willa juga senang sekali jika diajak pergi oleh Mak ke pasar. Na Willa juga suka sekali buku. Na Willa sudah bisa membaca sebelum masuk sekolah.

Na Willa (2026)Na Willa (2026) Foto: Dok. Visinema Pictures

Namun, di tengah kegembiraan itu, terkadang dunia Na Willa pun bisa dirundung kesedihan. Na Willa harus siap menerima kekecewaan ketika Dul terkena celaka.

Diangkat dari novel karya Reda Gaudiamo, Na Willa akan memandu penonton untuk memahami dunia anak dari imajinasi mereka.

Review:

Setelah sukses dengan Jumbo, sepertinya Ryan Adriandhy memang tak pernah puas untuk mengeksplorasi dunia anak. Na Willa menjadi bukti dari penjelajahan baru Ryan di dunia imajinasi anak. Na Willa mampu membawa penonton untuk masuk ke dalam dunia imajinasi anak yang ajaib.

Ryan memang tepat sekali untuk mengarahkan film ini. Sebab, Ryan paham betul cara untuk menggambarkan isi kepala Na Willa dengan indah. Ambil saja contoh scene Na Willa saat membayangkan ikan bandeng dengan banyak mata. Efek animasi bandeng bermata banyak itu muncul dengan sentuhan teknik grafis yang lembut.

Ryan sepertinya juga terinspirasi dengan gaya sutradara favoritnya, Wes Anderson. Hal ini terlihat dari warna-warni cerah dan gaya naratif di salah satu scene Na Willa. Ada banyak pernak-pernik jadul dengan balutan warna cerah. Ryan memakai gaya 'mise-en-scène' a la Wes Anderson saat Na Willa membacakan surat dari Pak. Penggunaan teknik ini terasa begitu pas.

Na Willa (2026)Na Willa (2026) Foto: Dok. Visinema Pictures

Bagian lain yang menarik tentu saja dari unsur musikal di film ini. Ada satu lagu yang dinyanyikan Na Willa bersama Dul saat di rumah sakit. Lagunya enak didengar dan melengkapi nuansa kegembiraan yang sejak awal ingin terus dihadirkan.

Kemudian untuk segi cerita, penulisannya tak terlalu mengkhianati cerita asli bukunya. Bagi yang sudah membaca bukunya, film ini membuat proses alih wahana itu begitu serasi. Penonton bisa langsung melihat isi kepala Na Willa yang diceritakan dengan cerewet oleh gadis 6 tahun itu.

Penonton bisa memasuki keseharian Na Willa, emosi Na Willa saat senang dan sedih, kebingungan Na Willa sampai kejujuran dan kepolosan khas bocah.

Bonding Na Willa dengan Mak juga tak dipaksakan. Keduanya terlihat seperti ibu dan anak sungguhan. Tak tampak jarak antara keduanya. Bahkan emosinya pun sangat nyata. Wajar jika nanti penonton akan ikut hanyut dalam relasi emosi anak-ibu itu.

Secara sederhana, Na Willa bisa disebut sebagai film yang telah memenuhi semua syarat film anak dan keluarga. Ada kelucuan, ada kisah persahabatan, kisah anak-orang tua, kisah keberanian, kehangatan keluarga dan tentu saja nilai-nilai mulia yang disampaikan secara tersirat.

Na Willa (2026)Na Willa (2026) Foto: Dok. Visinema Pictures

Na Willa tak akan membuat penonton merasa digurui. Na Willa justru akan memandu penonton untuk menemukan 'anak kecil' dalam dirinya. Anak kecil yang polos, penuh tanda tanya dan berani mengeksplorasi rasa ingin tahunya.

Tanpa sadar, barangkali penonton dewasa akan merasa ingin kembali ke masa kanak-kanak seperti masa Na Willa, ketika hidup hanya soal bermain dan belajar.

Na Willa memang cocok menjadi sajian tontonan Lebaran. Film ini hangat sekaligus penuh pelajaran berharga.

Genredrama
Runtime118 minute
Release Date18 March
Production Co.Visinema Studios
DirectorRyan Adriandhy
WriterNa Willa
oleh Reda Gaudiamo
CastLuisa Adreena sebagai Na Willa
Irma Rihi sebagai Mak
Junior Liem sebagai Pak
Ira Wibowo
Melissa Karim


TAGS


MOVIE LAINNYA

SHOW MORE