Trump Ancam Netflix: Pecat Atau Terima Konsekuensinya!

Asep Syaifullah
|
detikPop
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menggelar Jamuan Makan Malam Gubernur di Gedung Putih, Washington, D.C., pada Jumat (21/2/2026) malam waktu setempat. Acara ini dihadiri para gubernur dari berbagai negara bagian sebagai ajang silaturahmi dan komunikasi antara pemerintah federal dan pemerintah negara bagian. REUTERS/Aaron Schwartz
Foto: REUTERS/Aaron Schwartz
Jakarta - Presiden Donald Trump kembali bikin Hollywood ketar-ketir. Kali ini, sasarannya bukan cuma soal konten, tapi langsung menyerang eksistensi platform streaming terbesar, Netflix, dan raksasa media Warner Bros. Discovery.

Trump tampaknya nggak main-main dengan "kekuasaan" yang dia pegang sekarang untuk menekan industri hiburan yang menurutnya tidak sejalan dengan visinya.

Dilansir dari Variety (23/2), Trump secara terang-terangan menyerang Netflix gara-gara keberadaan Susan Rice di dewan direksi mereka. Mengingat Rice adalah mantan penasihat keamanan era Obama yang sering jadi sasaran kritik Trump, keberadaannya dianggap sebagai "ancaman politik".

"Netflix harus SEGERA memecat Susan Rice yang rasis dan gila karena membenci Trump, atau mereka harus terima konsekuensinya. Dia tidak punya bakat atau keahlian sama sekali-murni hanya antek politik! KEKUASAANNYA SUDAH HILANG, DAN TIDAK AKAN PERNAH KEMBALI. Berapa dia dibayar, dan untuk apa??? Terima kasih atas perhatiannya mengenai masalah ini. Presiden DJT" tulisnya di media sosial.

Dia mengancam akan meninjau ulang regulasi atau bahkan mencabut hak-hak operasional tertentu jika Netflix tetap menjadi "alat politik" lawan.

Retorika ini bikin banyak pihak khawatir kalau pemerintah bakal menggunakan instrumen negara untuk menekan perusahaan swasta yang petingginya tidak dia sukai.

Nggak cuma Netflix, petinggi di Warner Bros. Discovery juga masuk radar kemarahan Trump. Dia mengkritik keras cara studio-studio besar ini mengelola narasi berita dan hiburan.

Trump bahkan memberikan sinyal bahwa merger atau kesepakatan bisnis besar di masa depan mungkin bakal dipersulit kalau mereka nggak "berbenah diri".

Semuanya bermulai setelah Rice muncul di podcast Preet Bharara dan mengatakan bahwa bagi kepentingan korporat, firma hukum, dan media, "ini tidak akan berakhir baik bagi mereka. Bagi pihak-pihak yang memutuskan untuk bertindak demi kepentingan pribadi yang sangat sempit-yang saya garis bawahi sebagai kepentingan pribadi jangka pendek-dan memilih untuk 'berlutut' (tunduk) kepada Trump, saya rasa mereka sekarang mulai menyadari, 'Tunggu dulu, ini tidak populer. Trump itu tidak populer.'"

Dia mengatakan bahwa "kemungkinan besar akan ada pergerakan ke arah yang berlawanan, dan mereka bakal ketahuan tidak siap sama sekali (tertangkap basah). Mereka akan dimintai pertanggungjawaban oleh pihak-pihak yang menentang Trump dan berhasil menang di kotak suara nanti."

Pernyataan Rice inilah yang bikin Trump meledak. Rice secara terbuka menyindir perusahaan-perusahaan (termasuk mungkin sindiran halus ke industri hiburan dan hukum) yang dianggap cari aman dengan cara tunduk pada kemauan Trump.


(ass/tia)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO