Novelis Jepang Tsujimura Mizuki Tur Buku ke Jakarta dan Lombok

Tia Agnes Astuti
|
detikPop
Tsujimura Mizuki melakukan promosi buku terbarunya, Terpencil di Dalam Cermin, di Jakarta dan Lombok.
(Foto: dok. Penerbit Clover) Tsujimura Mizuki melakukan promosi buku terbarunya, Terpencil di Dalam Cermin, di Jakarta dan Lombok.
Jakarta - Novelis asal Jepang, Tsujimura Mizuki menyambangi Indonesia untuk tur bukunya ke dua kota, Jakarta dan Mataram, Lombok. Kunjungan kali ini jadi bagian dari promosi novel terjemahannya Kastel Terpencil di Dalam Cermin kerjasama The Japan Foundation Jakarta dan Penerbit Clover.

Novel Kastel Terpencil di Dalam Cermin mengusung isu tentang kehidupan remaja di sekolah. Siswa-siwa dalam karakternya diceritakan merasa sesak pada lingkungan sosial dan gurunya.

Tsujimura Mizuki merasa isu yang diangkat dalam novel mirip dengan yang terjadi di Indonesia.

"Saya mendapat kesan bahwa pembaca di Indonesia membaca cerita tujuh orang dalam buku ini sebagai orang kedelapan. Mereka seolah ikut terlibat dalam alur cerita tersebut," ucap Tsujimura dalam keterangan pers yang diterima redaksi detikcom, Minggu (8/2/2026).

Karya-karyanya pun diakui bisa diterima dengan baik oleh pembaca Indonesia. Ia juga membaca ulasan-ulasan positif yang diterimanya dan dianggap mampu menyampaikan opininya.

"Saya merasa pembaca Indonesia sangat pintar dalam menyampaikan pendapat. Pendapat tersebut disampaikan secara verbal atau lisan," ungkapnya.

Tsujimura Mizuki debut jadi penulis pada 2004 lewat novel A School Frozen In Time. Karyanya langsung memenangkan penghargaan Mephisto ke-31 yang juga sukses diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

Ia juga memenangkan Penghargaan Pendatang Baru Sastra Yoshikawa Eiji ke-32 untuk Tsunagu dan Penghargaan Naoki ke-147 untuk Kagi no nai Yume wo Miru.

Selain Kastel Terpencil di Dalam Cermin, karya lainnya juga sukses diadaptasi menjadi film ada Asa ga Kuru, Haken Anime, Gouman to Zenryo, dan Kono Natsu no Hoshi wo Miru. Beberapa novel lainnya yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia seperti, Yamihara, True Mothers, A School Frozen In Time dan Pulau Sae.

Gak cuma di Jakarta, Tsujimura Mizuki juga bakal mengenalkan karyanya kepada pembaca di Lombok yang bekerja sama dengan Komunitas Akarpohon. Ia juga bakal menyambangi sekolah di Lombok dan melihat keseharian pembelajaran di sana.

(tia/aay)




TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO