Patung 'Lembam' Iwan Effendi Membius Pengunjung Art Jakarta Papers 2026
Dari banyaknya karya seni yang dipamerin, ada satu nih yang mencuri perhatian. Patung Lembam setinggi dua meter ciptaan Iwan Effendi asal Yogyakarta atau yang dikenal dengan nama Papeyo, yang paling banyak jadi spot foto pencinta seni Art Jakarta Papers 2026.
Potretnya adalah sosok dengan wajah melamun yang sedang duduk terkulai. Antara ingin berdiri atau duduk saja, Lembam jadi cerminan yang dibuat oleh Iwan khusus untuk art fair yang pertama kalinya digelar.
Iwan Effendi cerita patung yang sengaja dibuatnya selama dua bulan untuk Art Jakarta Papers, bermula dari ajakan ara contemporary untuk spot spesial. "Medium patung ini full kertas, dari paper mache yang dilapisi sampai berlapis-lapis dan dilem juga, warna-warni ini pakai kertas washi dari Jepang," ucapnya di City Hall, PIM 3, Kamis malam (5/2/2026).
Patung Lembam Karya Iwan Effendi di Art Jakarta Papers 2026 Foto: Tia Agnes/ detikcom |
Patung Lembam, kata Iwan, membicarakan soal kebutuhan. Jika di pameran seni sebelumnya, ia fokus pada 'sosok melamun' kini hal berbeda yang mau dibahas.
"Bisa diartikan segalanya sih, ketubuhan itu bisa tubuh boneka atau tubuh yang megang bonekanya," kata Iwan.
Menurutnya, sepanjang kariernya berkarya dan juga terlibat dalam Papermoon Puppet Theatre, ia sudah terbiasa membuat karya seni dari bahan kertas. Pada 2015 dan 2017, mereka pernah melakukan residensi di Osaka, Jepang, dan belajar di pabrik kertas tradisional.
"Pas pulang ke Indonesia, jadinya sudah tahu gimana peruntukannya untuk apa. Di Jepang, ada tradisi kertas namanya washi. Nah, yang warna-warni ini pakai kertas washi yang sengaja saya pakai. Memang ini dibuat khusus untuk itu," ucapnya.
Namun ia membantah membuat patung Lembam itu diartikan sebagai patung yang enggan bergerak. Tapi Iwan ingin mendesain boneka bukan sebagai figur mati tapi lebih ke malas. "Bisa dihidupkan lagi, dalam tanda kutip," katanya tersenyum.
Iwan Effendi seperti diketahui dikenal sebagai tukang boneka di Papermoon Puppet Theatre. Selama 15 tahun belakangan, dia adalah sosok yang membuat semua boneka untuk pementasan dalam kelompok teater Papermoon yang didirikan bersama istrinya, Maria Tri Sulistyani.
(tia/wes)












































