China Kritik Grammy yang Kasih Penghargaan ke Dalai Lama

Pingkan Anggraini
|
detikPop
Piala Grammy Awards
Foto: Istimewa
Jakarta - Beijing mengkritik Grammy Awards ke 68 yang memberikan kemenangan pertama ke Dalai Lama. Hal itu dianggap menggambarkan penghargaan industri musik untuk buku audio, narasi, dan penceritaan sebagai alat manipulasi politik anti-China.

Tepatnya Dalai Lama adalah pemimpin spiritual Buddha Tibet yang hidup dalam pengasingan di India. Ia menerima penghargaan Grammy Wards kemarin untuk bukunya yang bertajuk, Meditations: The Reflections of His Holiness the Dalai Lama.

Dalam sebuah pernyataan di situs webnya ia melihat penghargaan tersebut sebagai pengakuan atas tanggung jawab universal kita bersama.

"Saya menerima pengakuan ini dengan rasa syukur dan kerendahan hati," ujar Dalai Lama, mengutip dari AP News, Selasa (3/2/2026).

Hal ini rupanya bikin juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian bereaksi.

"Sudah diketahui bahwa Dalai Lama ke-14 bukan hanya tokoh agama tetapi juga seorang pengasingan politik yang terlibat dalam kegiatan separatis anti-China dengan kedok agama," jelas Lin Jian.

"Kami dengan tegas menentang pihak terkait yang menggunakan penghargaan tersebut sebagai alat manipulasi politik anti-China."

Yang perlu kamu catat, Dalai Lama adalah orang dianggap sebagai wajah perjuangan Tibet untuk otonomi. Ia telah hidup dalam pengasingan sejak 1959, ketika pasukan Tiongkok menumpas pemberontakan di ibu kota Tibet, Lhasa.

Tiongkok, yang memerintah Tibet sebagai wilayah otonom, telah dituduh mencoba untuk memberantas bahasa, budaya, dan identitas Tibet.

Beijing dan Dalai Lama juga sudah lama berselisih mengenai penerus pemimpin spiritual tersebut.

Umat Buddha di Tibet percaya bahwa Dalai Lama adalah reinkarnasi dari seorang pemimpin spiritual yang pertama kali lahir pada 1391.

Beijing berpendapat bahwa Dalai Lama berikutnya akan lahir di Tibet dan diakui oleh Partai Komunis yang berkuasa. Sedangkan Dalai Lama mengatakan bahwa penerusnya akan berasal dari negara merdeka dan bahwa Tiongkok tidak memiliki peran dalam proses tersebut.


(pig/aay)

TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO