Pemutaran Perdana Rajah Bikin Aditya dan Panji Zoni Tersedu-sedu
Ketika film rampung dan ratusan penonton yang memadati ruangan bioskop bertepuk tangan, duo Zoni justru terlihat diam tak bergerak. Sesaat kemudian Aditya terlihat mengusap matanya, sementara Zoni menunduk menyembunyikan tangis.
Suasana saat itu langsung haru seketika. Para tamu undangan gala pun terdiam. Mereka paham perasaan Zoni bersaudara yang teraduk-aduk. Antara senang atas kesuksesan pemutaran perdana film mereka, mengingat perjuangan selama produksi film, juga teringat ketidakhadiran sang kakak, Ammar Zoni yang sedang menjalani proses hukumnya.
Ketika pembawa acara mendekati, Aditya memilih tidak mengungkapkan alasannya. Ia justru mengalihkan perhatian pada adiknya yang sukses menjadi aktor di film perdana.
"Saya bahagia, malam ini Panji akhirnya membuktikan dirinya sebagai aktor di film pertamanya," ujar Aditya Zoni dalam keterangan persnya, Selasa (27/1/2026).
Gala premiere Rajah yang digelar pada Senin, 26 Januari 2026 itu berbeda dari film lainnya. Eight Senses Film sebagai production house memilih konsep hening dan khidmat. Gala dibuka dengan gemulai tarian empat perempuan diiringi lirih alunan gamelan.
Sebelumnya, di awal acara, sebagian penonton sempat terkejut ketika menemukan selembar kertas bertuliskan aksara aneh. Seperti jimat bertuah yang dikeramatkan. Setelah dibuka, rupanya kertas itu berisi penjelasan tentang rajah yang sering disalahartikan sebagai benda klenik yang menyeramkan dan menebar bencana.
"Rajah sebenarnya karya sastra, karya lukis dekoratif. Ditulis oleh para pujangga leluhur kita. Rajah biasanya berisi tentang doa, doa itu adalah harapan baik yang membawa manusia pada kedamaian," kata Sutradara Film Rajah, Raden Jiwo Kusumo.
Selain duo Zoni, film ini juga menampilkan Samuel Rizal yang karakternya berbeda dari film-film terdahulunya. Ia berperan sebagai Malawangsa, seorang pimpinan kelompok jahat yang menguasai ilmu hitam. Bersama muridnya, Birsha (Aditya Yoni), Malawangsa mengirim teror gaib kepada Nilam (Angel Lisandi) dan Cakra (Panji Zoni). Kekuatan tak kasat mata itu mengincar jiwa mereka dan perlahan menyeret keduanya ke dalam pusaran maut.
Dalam perjalanan penuh bahaya, Cakra dan Nilam bertemu dengan sosok misterius bernama Tribuana. Darinya akhirnya terungkap, bahwa teror kekuatan gelap itu berasal dari Petaka Zaman Edan. Sebuah malapetaka mengerikan yang jejaknya bisa ditelusuri dari Serat Kalatidha, gubahan pujangga besar Ranggawarsita dari Kasunanan Surakarta pada abad ke-19.
Film Rajah mulai tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 26 Februari 2026 mendatang. Menurut Jiwo, Rajah memang dimaksudkan untuk memperkenalkan kembali ajaran nenek moyang bangsa.
"Kita ingin transformasi spirit raden ngabehi ronggowarsito yang nyerat kalatidha. Ternyata leluhur kita mewariskan karya sastra yang tidak akan habis dibuat sejuta film. Rajah hanya satu petikan kecil dari warisan itu," jelasnya.
(pig/tia)











































