Istimewanya Gambar Cadas yang Jadi Lukisan Purba Tertua di Dunia

Tia Agnes Astuti
|
detikPop
Menteri Kebudayaan Fadli Zon
Foto: Tia Agnes/ detikcom
Jakarta - Gambar cadas yang ada di dinding gua di Pulau Muna, Sulawesi Tenggara, didaulat sebagai lukisan purba tertua di dunia. Gak tanggung-tanggung, usianya diprediksi lebih dari 67.800 tahun yang lalu saat Homo Sapiens ada di Sulawesi. Apa sih yang membedakan dan istimewanya dari gambar cadas tersebut?

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, cerita di dinding gua ada gambar cap tangan. Dia mengakui memang cap tangan terbilang universal pada masanya dan gak hanya di Indonesia.

"Di negara-negara Eropa yang 30 ribu tahun yang lalu juga ada cap tangan. Tapi di sini kami menemukan cap jarinya dibuat melebar, artinya si seniman ini menggambar dengan menyemprotkannya lewat mulut," katanya di Kementerian Kebudayaan, Kamis (22/1/2026).

Ia juga menyebutkan cat yang disemburkan dari mulutnya pake oaker warna merah. "Artinya ada satu upaya dari nenek moyang kita buat bikin cetakan tangan. Ada kreasi, yang jarinya diruncingkan, jari-jarinya itu runcing. Ini lebih menarik," ucapnya.

Setelah penetapan sebagai Cagar Budaya tingkat Provinsi, pemerintah berjanji bakal menjaga situs tersebut. Jika dahulu, siapapun boleh masuk sampai menyentuhnya, kini bakal benar-benar dijaga.

"Kalau di Prancis, gua ditutup dan dibuat replikanya. Kebanyakan mengubah tapi nanti akan kita lihat ya, saran dari peneliti dan ahli, lalu apa yang perlu kita lakukan," sambung Fadli Zon.

Di Pulau Muna, ia menyebutkan ada lebih dari 50 gua. Di Kalimantan juga ada sekitar 58 gua, di Fak-Fak juga, belum lagi di Nusa Tenggara Timur dan Barat.

Fadli Zon memprediksi ada sekitar ribuan lukisan purba di Indonesia. Untuk yang gambar perahu, usianya sekitar 4.000 tahun dan masih banyak gambar lainnya.

"Jadi memang ada lapisan kehidupan yang berlanjut, bukan berhenti sampai di sini saja. Lukisan purba tertua yang sekarang bakal dijadikan narasi yang penting bagi sejarah awal peradaban Nusantara, apakah nanti sebagai wisata alam, sejarah, budaya, kita bangun ekosistemnya, supaya gak rusak," tegasnya.




(tia/pus)

TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO