Potret Kegelisahan Batin dalam Kronik Milik Serdadu Sam
Sebelumnya Serdadu Sam merilis single Kami adalah Badai, Agrippina, reinterpretasi berani atas karya klasik Harry Roesli Setengah Tiang, dan The Lady with the Sapphire in Her Eyes.
Lalu dalam Kronik, Serdadu Sam menolak pola album konvensional. Ia memilih merangkai cerita melalui 13 trek yang bukan hanya sekadar lagu, tapi ibarat bab-bab dari sebuah buku hidup, tentang ambisi dan ketamakan, kegagalan, perpisahan, pertobatan, kehilangan, hingga kobaran semangat dalam memperjuangkan kehidupan yang lebih baik.
"Kronik adalah dokumentasi batin. Saya tidak sedang membuat album komersial saya sedang menulis catatan untuk dipahami, oleh siapa pun yang pernah merasa sendiri, lelah, tidak berdaya dihantam kerasnya kehidupan, dan ditelan kekecewaan di tengah keramaian, namun tetap harus berjuang menjalani hidup yang terus berjalan," ujar Kenny, sosok di balik Serdadu Sam, dalam keterangan pers, Senin (19/1/2026).
Materi Kronik dirancang sejak 2021. Penulisannya dilandasi oleh pengalaman pribadi, hasil observasi, dan cerita orang-orang terdekat.
Semua lagu kecuali Setengah Tiang diciptakan dan ditulis oleh Kenny dalam Bahasa Indonesia, dengan pendekatan lirik yang naratif namun tetap puitis.
"Menulis dalam Bahasa Indonesia punya tantangan tersendiri. Saya berusaha menghindari klise, tapijuga tidak ingin terlalu bersayap," tambah Kenny.
Beberapa lagu dalam album ini berdurasi tidak biasa, seperti Kalibut, sebuah nomor progresif rock yang bercerita tentang konflik Gaza dengan durasi lebih dari 12 menit.
"Saya tak ingin dibatasi aturan industri soal durasi. Cerita sebuah lagu selesai saat ia selesai, bukan saat time terhenti," jelasnya.
Salah satu titik penting dalam Kronik adalah reinterpretasi Setengah Tiang, lagu karya maestro Harry Roesli. Dengan restu keluarga almarhum, lagu ini dihidupkan kembali melalui sentuhan brass dan emosi kontemporer.
"Kami tidak ingin meng-cover. Kami ingin berdialog dengan masa lalu," ujar Kenny.
Sementara Agrippina yang dirilis dalam EP Rencana Tiga Belati pernah masuk nominasi AMI Awards 2022 untuk kategori Karya Produksi Progressive Terbaik. Lagu ini menjadi fondasi gaya musik Serdadu Sam: progresif, melankolis, dan eksperimental.
Album ini juga menghadirkan single unggulan Dan Akhirnya Selamanya, kolaborasi dengan Bemby Gusti (drummer Band Sore Ze Band).
"Saya menganggap lagu ini sebagai My Way-nya Serdadu Sam."
Dalam album Kronik ini, Serdadu Sam merambah berbagai genre dan mengeksplorasi berbagai instrumen musik untuk menerjemahkan semua ide dan visi musikalnya secara maksimal.
(pig/dar)











































