Aulia Sarah Curhat Syuting Sengkolo Petaka Satu Suro Sulit
Namun, pengalaman syuting film terbarunya, Sengkolo Petaka Satu Suro, ternyata memberikan kejutan yang nggak bakal dia lupain. Bagaimana tidak? Di hari pertama kerja, ia langsung 'dihajar' adegan paling berat yang bikin fisiknya tumbang.
Lewat wawancara dengan detikpop, pemeran Badarawuhi ini menceritakan betapa intensnya proses produksi film yang tayang Februari 2026 tersebut.
Biasanya, hari pertama syuting digunakan untuk pemanasan atau adegan-adegan ringan. Tapi sutradara Dani Saputra (Aa Deni) punya rencana lain buat Aulia. Ia langsung diminta melakoni salah satu adegan paling ikonik di film ini di bawah pohon saat hujan deras.
"Hari pertama langsung digeber, dikasih surprise. Kita mulai pagi, tiba-tiba ketemu pagi lagi sampai jam 3 lewat. Last scene-nya itu Rahayu melahirkan di bawah pohon sambil hujan-hujanan, terus dialognya banyak teriak-teriakan. Capek banget!" kenang Aulia.
Saking beratnya adegan itu, Aulia dan seluruh kru merasa waktu seolah berjalan lebih lambat. "Tenaga tuh udah sisa-sisa tapi scene-nya justru scene penting. Kita semua kayak, 'Kok gue berasanya ini udah kayak syuting hari ke-15 ya', padahal baru hari pertama," tambahnya sambil tertawa.
Gara-gara totalitas di bawah guyuran hujan sampai dini hari, kondisi kesehatan Aulia langsung drop. Besoknya, ia divonis demam dan mengalami masalah pada tenggorokan. Ini tentu bikin tim produksi panik, mengingat karakter Rahayu yang diperankan adalah pusat dari cerita.
Demi menjaga suaranya agar nggak hilang, Aulia pun terpaksa menjalani 'ritual' khusus setiap hari di lokasi syuting.
"Aku malah jadi kena demam terus nyerang ke tenggorokan. Agak worry juga kalau suara Rahayu hilang. Jadi tiap hari dikasih minuman-minuman herbal, ngejamu terus gue!" tuturnya.
Selain tantangan fisik, Aulia juga harus menghadapi tantangan teknis yang super rumit. Ada satu adegan pertengkaran hebat antara karakternya, Rahayu, dengan adiknya, Ratih (diperankan oleh Cindy Nirmala).
Adegan ini bukan sekadar debat biasa, tapi sebuah golden scene dengan naskah yang sangat panjang.
"Dialognya segambreng, ada delapan atau sembilan halaman! Shot-nya juga moving terus, benar-benar follow pemain. Itu intens banget dan naikin-turunin emosi dari yang biasa jadi tinggi terus turun lagi. Fokusnya harus bener-bener fokus banget," jelasnya.
Meski harus 'berdarah-darah' di lokasi syuting, Aulia Sarah menegaskan sama sekali belum jenuh dengan genre horor. Baginya, setiap film punya keunikan tersendiri.
Di Sengkolo ini, ia merasa tertantang karena harus melakukan observasi mendalam sebagai seorang bidan desa yang mengalami tekanan psikologis hebat.
Terlepas dari rasa capeknya, Aulia merasa puas karena bisa memberikan performa maksimal. Kini, ia sudah siap menyambut tahun 2026 dengan beberapa proyek film baru, termasuk impian 'iseng'-nya untuk kembali menyapa penggemar lewat layar kaca alias sinetron.
(ass/mau)











































