Kongkalikong Suara Keresahan Yak Widhi Lewat Lirik

Desi Puspasari
|
detikPop
Yak Widhi
Yak Widhi menyuarakan kegelisahan lewat Kongkalikong. Foto: dok pribadi Yak Widhi
Jakarta - Solois Yak Widhi atau Widhi Lamong menyuarakan keresahannya lewat lagu berjudul Kongkalingkong. Lagu ini menjadi kritik sosial yang mengingatkan untuk peduli dengan maraknya korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Penyanyi bernama lengkap Suharjanto Widhi ini dikenal sebagai musisi yang konsisten mengangkat isu sosial dan politik dalam karya-karyanya. Semasa kuliah di FISIP Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, ia mendirikan Metal Jowo Band yang populer di Surabaya.

Setelah bandnya gak lagi aktif, Widhi memilih untuk kembali bermusik demi kebebasan berekspresi dan harapannya agar karya-karyanya dapat lebih luas dikenal masyarakat.

Kongkalikong menggambarkan kritik Widhi terhadap praktik persengkokolan mereka yang mempunyai kedudukan.Lagu ini juga menyoroti oligarki, dinasti kekuasaan, politik uang, serta pencitraan palsu pejabat yang mengabaikan kepentingan rakyat dan merusak demokrasi.

"Kongkalikong ini lahir dari kegelisahan saya melihat kondisi politik Indonesia hari ini. Banyak pejabat yang hanya omon-omon, pencitraan, dan melakukan kerja sama jahat demi kekuasaan," kata Widhi.

Inspirasi lagu-lagu Widhi banyak bersumber dari pengalamannya sebagai aktivis sejak masa kuliah, keterlibatannya dalam gerakan reformasi, serta aktivitasnya hingga kini sebagai aktivis sosial, politik, seni budaya, dan UMKM.

Mengusung genre pop rock, Widhi berharap karyanya dapat diterima lintas generasi. Meski gak lagi muda, ia optimistis dapat terus berkarya dan dikenal luas, terinspirasi dari sosok Mbah Surip yang sukses di usia matang.

Kongkalikong dapat dinikmati di berbagai platform musik digital dan YouTube Widhi Lamong. Widhi berharap karya-karyanya dapat ikut mewarnai musik Indonesia.

Beberapa album yang pernah dia rilis di antaranya album Jaman Edan bersama Metal Jowo Band pada 1995, album solo Beda Rasa Beda Telinga pada 2005, serta album kaset dan VCD Revolusi Indonesia pada 2010.




(pus/dar)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO