Rutinitas Dirilis Idgitaf untuk Perpanjang Nafas Sedia Aku Sebelum Hujan
Lagu ini merupakan single kedua setelah Idgitaf merilis Sedia Aku Sebelum Hujan pada awal Oktober 2025, lagu yang disambut hangat oleh pendengar musik Indonesia.
Idgitaf meyakini bahwa lagu Rutinitas dapat menjadi penanda sebuah awal yang tidak biasa, sebuah karya jujur yang menyambut kenyataan bahwa tidak semua orang memulai tahun dengan kebahagiaan baru.
"Aku menulis lagu ini saat berada dalam fase overthinking ketika menghadapi begitu banyak orang yang baik di sekitarku, khususnya pasanganku. Ini justru bikin aku berpikir apakah aku bisa berlama-lama dengan mereka," ujar Idgitaf, dalam keterangan persnya, Senin (5/1/2026).
"Misalnya ada banyak sekali tempat memorable dan kenangan bersama. Lalu aku bertanya-tanya kalau suatu hari kami berpisah apakah aku bisa kembali ke tempat-tempat itu dan merasakan hal yang sama? Atau justru aku menghindari hal itu? Ada rasa khawatir dan bingung, apakah ini berarti aku akan punya rutinitas baru?".
Idgitaf dikenal dengan lagu-lagu seperti Takut, Semoga Sembuh, maupun Satu-Satu yang dianggap mampu menjangkau banyak pendengar berkat kekuatan lirik yang sederhana sekaligus menyentuh. Album penuh perdananya yang berisi sembilan lagu, Mengudara, dirilis pada 2023. Idgitaf menjadi nomine di Festival Film Indonesia 2025 dalam kategori Pencipta Lagu Tema Terbaik untuk lagu Berakhir di Aku (OST Home Sweet Loan).
Di lagu Rutinitas, Idgitaf langsung menohok sejak baris pertama yang berbunyi "Jika kita berpisah, rutinitasku apa?/Cara hidupku yang dulu waktu itu apa?".
Dibuka dengan pedal steel guitar dari musisi tamu Amrus Ramadhan sebagai elemen musik country, permainan musik yang halus mengantarkan suasana sendu kemudian disambung dengan bagian chorus yang menyimpan harapan: "Nanti terbiasa/Deras hujan pun reda/Begitu pun aku/Kan terbit masaku dengan cinta baru/Rutinitas baru".
Sebagai single yang terbit setelah Sedia Aku Sebelum Hujan, Rutinitas mengusung gaya lirik yang cukup berbeda. Pada Sedia Aku Sebelum Hujan, ia menawarkan kesanggupan dan keteguhan, Rutinitas lebih diwarnai rasa pesimis dan khawatir tentang masa depan.
Warna musiknya hampir serupa, yaitu pop dengan imbuhan unsur musik country serta lirik yang bersahaja sekaligus mengena. Gitar akustik mengalun sendu di awal kemudian ditemani instrumentasi musik yang menggugah.
Lagu ini juga memiliki penyampaian unik berupa dua sudut pandang yang dilantunkan Idgitaf, sebagai seseorang yang mereka-reka keadaan sekaligus mencoba menentukan perasaan jika yang seandainya itu terjadi.
Bagi Idgitaf, tidak ada salahnya bersikap jujur dan apa adanya di awal tahun baru yang mungkin cenderung biasa-biasa saja atau malah menyimpan kejutan yang kurang menyenangkan. Lagu ini menjadi ajakan untuk terus menyalakan harapan agar dapat menemukan lagi cinta di kemudian hari.
"Ada penelitian yang mengungkapkan bahwa rutinitas baru di tahun baru hanya (dijalani selama) 14 hari pertama. Pada akhirnya kita kembali ke diri kita yang dulu dan itu menarik bagiku untuk dibicarakan. Maka aku sangat berharap pendengar bisa menangkap maksud aku di Rutinitas, dan semoga mereka punya ruang di hati untuk lagu tersebut," tuturnya.
Terakhir, kamu perlu tahu bahwa dua single seperti Sedia Aku Sebelum Hujan dan Rutinitas merupakan rangkaian dalam album kedua Idgitaf yang akan terbit pada 2026. Ia mengutarakan bahwa album barunya akan cukup berbeda, dalam hal karya tersebut akan banyak mengurai tentang cinta dan refleksi dirinya.
(pig/aay)











































