The Housemaid: Tontonan Paling Seru Awal Tahun

Candra Aditya
|
detikPop
Cuplikan adegan dalam film The Housemaid (2025).
Foto: Dok. Lionsgate
Jakarta - Butuh tontonan yang segar untuk memulai tahun baru? Apakah kamu menyukai tontonan yang penuh dengan plot-twist? Apakah kamu mencari film yang sensasinya seperti menonton bola? The Housemaid adalah film tersebut.

Film terbaru Paul Feig ini akan membuatmu duduk di ujung kursi dari awal film. Dan begitu film di akhir, kamu mungkin akan bertepuk tangan dengan bahagia.

Diadaptasi novel mega best-seller berjudul sama karya Freida McFadden, The Housemaid bercerita tentang Millie (Sydney Sweeney), seorang mantan napi yang mencari pekerjaan baru. Ia akhirnya melamar menjadi aisten rumah tangga keluarga Winchester yang kaya raya.

Ketika Millie bertemu dengan Nina (Amanda Seyfried), ia langsung terkejut dengan betapa mempesona Nina dan isi rumah tersebut. Seperti rumah tersebut, Nina terpoles sempurna. Senyumannya mengundang, tutur katanya halus. Rumah itu bersih mengkilat, seperti tidak ada noda yang hadir di setiap permukaan rumahnya.

Millie, lebih dari apa pun, berharap mendapatkan pekerjaan ini. Rasa bahagia Millie meletup-letup ketika ia mendapatkan telpon dari Nina atas pekerjaan barunya. Millie yang selama ini tinggal di mobilnya merasa berada di surga. Tapi begitu menginjak rumah Nina, ia
menyaksikan red flag pertama: rumah itu tidak sebersih seperti hari wawancaranya.

Dapurnya berantakan, piring kotor dimana-mana. Nina pun tampak lebih panik dari biasanya. Hilang sudah perilakunya yang halus. Keadaan ternyata tidak bertambah baik. Setiap harinya Nina bertingkah seperti orang gila. Ia menuduh Millie membuang catatan pidatonya padahal Millie tidak pernah melihat kertas itu.

The Housemaid (2025).The Housemaid (2025). Foto: Dok. Ist

Nina meminta Millie menjemput anaknya dari sekolah, Cece (Indiana Elle), padahal Nina sudah membuat janji untuk anaknya menginap di rumah temannya. Millie tidak punya pilihan lain selain bertahan karena pilihannya adalah kembali ke penjara atau mencoba hidup normal.

Satu-satunya orang yang mengerti penderitaannya adalah suami Nina, Andrew (Brandon Sklenar), yang sangat tabah. Sekarang misi Millie adalah bagaimana cara ia menghadapi Nina yang setiap hari bertingkah seperti monster.

The Housemaid bukan jenis film yang akan memenangkan Oscar. Film ini juga mungkin tidak akan berakhir menjadi salah satu film yang paling dikenang. Ibarat makanan, The Housemaid adalah sebuah makanan cepat saji: tidak menyehatkan tapi begitu nikmat untuk disantap.

Semua yang ada di layar memang bukan hal terbaik yang sinema pernah persembahkan. Tapi saya menjamin kamu akan menikmati setiap detiknya. Paul Feig yang sudah membuat dua jilid A Simple Favor tahu bagaimana membuat The Housemaid.

Ini adalah sebuah sinetron dengan polesan yang mengkilat. Bayangkan Ipar Adalah Maut versi Hollywood tapi dengan lebih banyak twist di setiap kelokannya. Diadaptasi oleh Rebecca Sonnenshine, The Housemaid mengisi satu jam pertamanya penuh dengan kejutan.

Begitu Millie bekerja dengan Nina, Sonnenshine memberikan semua hal gila yang bisa ia berikan kepada karakter utamanya. Dari dituduh mencuri, dituduh menggoda suami majikan, diancam akan dipecat semuanya Sonnenshine berikan untuk membuat penonton fokus terhadap layar.

Misteri yang dibangun di paruh pertama sangat efektif untuk membuat penonton peduli dengan nasib Millie. Setelah itu, masuklah bagian kedua. Di bagian inilah Feig membuka bawah karpet untuk menunjukkan apa yang sebenarnya terjadi. Cara ternikmat untuk menyaksikan film seperti The Housemaid sebenarnya adalah langsung ke bioskop tanpa perlu tahu apa isinya.

Semakin kamu tidak tahu apa-apa, semakin bagus. Kalau kamu jenis penonton yang jeli dengan petunjuk yang diberikan oleh Sonnenshine dan Feig, kamu pasti bisa menebak kemana tujuan The Housemaid. Kejutan yang diberikan The Housemaid sangat efektif sehingga semua hal yang penonton ketahui di awal film langsung berubah makna.

Semua ini kemudian diakhiri dengan klimaks yang ekstra memuaskan. Dari segi akting, sebenarnya tidak ada yang bermain buruk dalam The Housemaid. Tapi film ini memang milik Amanda Seyfried. Sydney Sweeney dan Brandon Sklenar tidak jelek tapi mereka tidak bisa mencuri film ini dari Seyfried.

Cuplikan adegan dalam film The Housemaid (2025).Cuplikan adegan dalam film The Housemaid (2025). Foto: Dok. Lionsgate

Seyfried adalah satu-satunya orang dalam film ini yang paham benar tone yang diinginkan oleh Paul Feig: over-the-top tapi tetap grounded, bengis tapi tetap mudah untuk dicintai, gila tapi masih bisa dipahami.

Dari menit pertama Nina muncul, Seyfried mengisinya dengan manic energy yang kuat. Matanya terisi penuh, bahkan ketika penuh dengan air mata. Dengan pacing bercerita yang oke, satu-satunya kekurangan The Housemaid adalah penggunaan karakter Enzo (Michele Morrone, si pemain film 365 Days itu), si pengurus rumah, yang kurang mendapatkan eksplorasi yang signifikan.

Tapi selain itu, The Housemaid adalah tontonan gila yang sempurna. Ajak semua temanmu dan keluargamu yang sudah cukup umur untuk menyaksikan The Housemaid dan bersiaplah untuk tertawa dan menjerit bersama.

Candra Aditya adalah seorang penulis dan pengamat film lulusan Binus International.


(ass/ass)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO