Bruce Willis Berjuang Lawan Demensia, Istri: Kondisi Ini Menyakitkan
Sang model ceritain rasa duka yang dialami saat suaminya berjuang melawan demensia frontotemporal (FTD).
"Hal ini sangat sulit dan menyakitkan," katanya dalam sebuah wawancara yang terbit pada 7 September.
"Wajar saja, kita semua ingin orang-orang terkasih kita sehat, penuh semangat, dan tetap menjadi sosok seperti sedia kala. Tapi FTD adalah penyakit yang menghancurkan yang perlahan-lahan merenggut segalanya dari diri mereka," sambungnya.
Menurutnya, kondisi demensia Bruce Willis terasa sepeti rasa duka berkepanjangan. "Jadi, kenyataannya adalah kamu mendapati diri Anda terus-menerus berada dalam kondisi berduka."
Dalam kondisi tersebut, perempuan berusia 50 tahun itu menemukan cara untuk berjuang. Ia menulis buku berjudul The Unexpected Journey untuk bantu para pendamping orang dengan demensia. Ia ngaku merasa bersalah saat meluangkan waktu untuk dirinya sendiri.
"Kenyataannya, rasa bersalah adalah hal yang masih saya hadapi setiap hari," jelasnya.
"Saat kamu menjadi pendamping dan harus menghadapi situasi seperti ini, hampir mustahil untuk tidak merasa bersalah. Tapi saya belajar bahwa saya gak boleh membiarkan perasaan itu menguasai diri saya, karena itu hanya membuang-buang waktu dan energi," tegasnya.
Di masa itu juga, ia mengandalkan mantan istri Bruce Willis, Demi Moore, serta putri-putrinya yakni Rumer (38 tahun), Scout (35 tahun), dan Tallulah (32 tahun).
"Kuncinya terletak pada pemahaman bahwa saya adalah bagian dari keluarga di mana kami semua telah memutuskan untuk hadir bagi Bruce, serta selalu mencari cara yang sehat bagi semua orang," jelas Emma.
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
