Radio Inggris Terbukti Salah, Siarkan Kabar Palsu Kematian Raja Charles

Tia Agnes Astuti
|
detikPop
Raja Charles III menghadiri Hari Keluarga Royal Tank Regiment yang digelar di The Tank Museum, Senin (6/7/2026). Kehadiran Raja Charles III menarik perhatian saat ia tiba menggunakan mobil lapis baja klasik **Rolls-Royce Armoured Car>, kendaraan bersejarah yang menjadi bagian dari koleksi dan tradisi militer Inggris.  REUTERS/Chris Jackson
Foto: REUTERS/Chris Jackson
Jakarta - Sebuah stasiun radio di Inggris bikin heboh dan jadi pemberitaan internasional pada Mei 2026 lalu. Stasiun radio bernama Radio Caroline keliru menyiarkan laporan mengenai Raja Charles dan menyebutkannya meninggal dunia.

Temuan ini disampaikan oleh regulator media Inggris, Ofcom, seperti dilansir dari People. Pihak Ofrom menyatakan radio ilegal itu terbukti bersalah menyiarkan kabar palsu.

Radio Caroline itu sudah meminta maaf karena menyiarkan kabar palsu dan keliru soal orang nomor satu di kerajaan Inggris tersebut. Pada Mei lalu, Radio Caroline menghentikan program musik regulernya dan menyela, serta menyebutkan bentuk penghormatan pada meninggalnya Raja Charles III.

Setelah pesan tersebut diputar, lagu kebangsaan Inggris mengudara. Siaran dilanjutkan dengan selama 16 menit keheningan sebelum program reguler kembali berjalan.

Menurut Ofcom, penyiar baru meminta maaf 30 menit setelah pesan siaran pertama kali mengudara. Ofcom menerima dua pengaduan terkait insiden tersebut dari masyarakat Inggris.

Regulator Ofcom menilai kesalahan itu merupakan "ketidakakuratan yang sangat signifikan" dan waktu yang dibutuhkan untuk mengakui kesalahan tergolong cukup lama. Radio Caroline pun dinilai melanggar dua ketentuan penyiaran di Inggris.



(tia/ass)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO