Round Up
Phoenix Hadir di Spider-Man: Brand New Day Lewat Cara Unik Ini
Well, gak secara langsung dengan memunculkan karakter Phoenix atau Dark Phoenix kayak ketika Jean Grey mulai jadi inang si Phoenix dalam film X-Men tahun 2019. Tapi lewat koreografi pertarungan antara Spider-Man (Peter Parker) dengan The Hand.
The Hand merupakan kelompok ninja berkostum merah dengan samurai. Pertarungan ini terjadi di bagian akhir film Spider-Man: Brand New Day ketika Jean Grey mengontrol para ninja buat melawan Spider-Man.
Koreografi pertarungan The Hand versus Spider-Man di Brand New Day terinspirasi dari tarian merak. Tarian ini mengedepankan sinkronisasi gerak yang padu.
Spider-Man: Brand New Day (2026) Foto: Dok. Sony Pictures |
Konsep merak kemudian dikembangkan lebih jauh. Di sinilah kemudian elemen Phoenix masuk ke dalam koreografinya. Dalam formasi bertarung, para ninja diatur sedemikian rupa untuk merepresentasikan bentuk kepala dan sayap burung tersebut.
"Saya mulai berpikir untuk membuat pertarungan ini terasa seperti burung Phoenix. Ninja di bagian tengah mewakili kepala, sementara ninja di setiap sisi mewakili sayap. Kami membangun formasi di sekitar konsep itu," beber Zhang, koreografer laga yang berkolaborasi dengan sutradara Destin Daniel Cretton dalam Brand New Day.
Tim produksi juga memastikan setiap gerakan bela diri dalam film ini tetap mengusung unsur tradisional. Meskipun merupakan film bertema superhero, teknik bela diri yang digunakan oleh para ninja didasarkan pada gerakan asli untuk memberikan kepuasan bagi para penggemar bela diri maupun pemain video game Spider-Man.
Tantangan terbesar dalam pengambilan gambar terjadi saat syuting di lokasi penjara asli. Penggunaan kabel menjadi sangat kompleks karena harus melewati celah jeruji besi dan dinding beton yang tebal.
Hubungan Jean Grey dan Phoenix
Dalam komik Marvel, Phoenix diperkenalkan dengan nama resmi Phoenix Force. Entitas ini gak bisa mati, gak terkalahkan, dan ada di semua realita Multiverse. Dari zaman purba, Phoenix Force jadi entitas yang paling ditakuti karena kekuatannya itu.
Ada dua tipe Phoenix yang eksis di dunia: Dark Phoenix dan White Phoenix.
Dark Phoenix lahir ketika entitas Phoenix menyatu dengan inangnya, mengalami korup dalam prosesnya, lalu mengambil alih kontrol tubuh inang secara penuh.
Promosi X-Men buat Jean Grey dalam film Dark Phoenix (2019). Foto: imdb. |
Ini terjadi pada Jean Grey dan kemudian mengubahnya jadi Dark Phoenix. Kekuatan Jean Grey sebagai mutan menjadikannya inang paling ideal buat Phoenix.
Dalam komik Dark Phoenix Saga, Jean Grey jadi inang Phoenix ketika dia berusaha menyelamatkan rekan sesama X-Men. Jean Grey harus mengorbankan dirinya dan mati dalam proses penyelamatan ini.
Hanya beberapa inang yang bisa menyatu dengan entitas ini dan hidup berdampingan sebagai White Phoenix.
Asal Muasal Phoenix Force
Dilansir dari Marvel Database, Phoenix Force muncul di semesta miliaran tahun sebelum makhluk Bumi mengetahui eksistensinya. Dewa Badai, Hadad, adalah sosok pertama yang mencoba menguasai Phoenix Force. Dia berusaha memperkuat baju zirahnya dengan kekuatan Phoenix Force demi menguasai semesta.
Setelah Hadad dikalahkan oleh One Above All, entitas kekuatan tertinggi di multiverse, Phoenix Force balik lagi ke eksistensinya seperti semula. Tapi itu gak bikin makhluk Bumi berhenti buat mencoba menguasai kekuatannya.
Penyihir bernama Feron, pemuja Phoenix, jadi manusia pertama yang membawa Phoenix Force ke bumi. Tapi entitas itu baru pertama kali menjadikan manusia sebagai inangnya beberapa milenia setelah itu, lewat perempuan bernama Firehair.
Baca juga: Para Generasi Baru X-Men |
(aay/mau)


