Di dunia musik dan hiburan Indonesia, nama Causar Prasistia dikenal sebagai pendiri STB Entertainment yang berbasis di Bandung. Di balik kesibukannya sebagai manajer dan produser musik yang menggarap berbagai proyek, termasuk grup vokal StarBe, tersimpan hobi yang tak kalah serius: membesarkan kucing ras.
"Sejak kecil enggak tahu kenapa saya suka banget kucing. Sekarang saya memelihara 12 ekor kucing ras jenis Bengal, British Shorthair, dan Cornish Rex," kata Causar saat berbincang dengan detikcom di Gedung Trans TV, Jakarta, Selasa (4/8/2026).
Dari dua jenis Bengal koleksinya, Singo 22 Praga of Akrivo yang berusia dua tahun baru saja dinobatkan sebagai Best of the Best pada International Cat Show dalam rangka Bekasi Pet Expo 2026 di Bekasi Convention Center, 2 Agustus lalu. Ajang yang diikuti 150 ekor kucing dari berbagai ras dan daerah di Indonesia tersebut menghadirkan empat juri internasional yakni Russell Webb, Carol Fogarty, dan Gary Veach dari Amerika Serikat, Yi Chang (China), dan satu juri nasional, drh. Adenan Abdilla (Indonesia).
Ketika disentuh dan diperiksa satu per satu oleh para juri, Praga tampil tenang. Corak bulunya menyerupai macan tutul, matanya bulat berwarna hijau, sementara kilau (glitter) pada bulunya memantulkan cahaya lampu arena.
Bagi Causar, kemenangan di Bekasi Pet Expo bukan sekadar menambah koleksi piala. Gelar itu menjadi pengakuan atas proses panjang dalam merawat dan mempersiapkan Praga, mulai dari menjaga kesehatan, pola makan, hingga membangun karakter agar tetap tenang saat berhadapan dengan para juri internasional.
Praga bukanlah juara yang lahir dalam semalam. Sebelum dimiliki Causar, kucing itu sudah beberapa kali meraih gelar Best of the Best di berbagai cat show. Bahkan, saat masih berstatus kitten di bawah Singo22 Cattery, Praga telah menjadi bintang di arena kompetisi.
Meski berpenampilan garang layaknya macan tutul kecil, Praga justru memiliki karakter yang jauh dari kesan buas. "Dia manja banget. Kalau tidur malah suka ngorok," kata Causar sambil tertawa.
Menurutnya, ada beberapa faktor yang membuat Praga mampu bersaing di level internasional. Selain memenuhi standar ras Bengal, Praga memiliki corak rosette menyerupai macan tutul liar. Bulu pendeknya memancarkan glitter alami ketika terkena cahaya, sementara sepasang mata hijau bulat membuat ekspresinya tampak menggemaskan. Namun, penampilan saja tidak cukup.
"Karakternya juga bagus. Saat dinilai juri dia tidak stres, mau diajak bermain dan diperiksa. Itu menjadi nilai tambah," ujar Causar.
Pertemuan pertama mereka terjadi di sebuah cat show di Sidoarjo pada awal 2025. Saat itu Praga masih dimiliki Ade Fernando dari Singo22 Cattery. "Begitu lihat langsung suka. Tapi waktu itu belum dilepas karena masih dipakai show," kenangnya. Menariknya, hari itu Praga juga keluar sebagai Best of the Best. Beberapa waktu kemudian, barulah Causar berhasil memboyongnya ke Akrivo Cattery.
Bagi Causar, mengikuti cat show bukan sekadar membawa kucing datang ke arena. Persiapan dilakukan jauh hari sebelum kompetisi. Kesehatan menjadi prioritas utama. Asupan makanan dijaga, vitamin rutin diberikan, termasuk vitamin untuk menjaga kualitas bulu.
Menjelang lomba, Praga menjalani grooming agar bulu pendeknya bersih dan glitter alaminya semakin terlihat. "Kebersihan telinga, mata, hidung sampai bulunya harus benar-benar diperhatikan," ujarnya.
Terkait perawatan harian Praga, menurut Causar, sebenarnya tidak jauh berbeda dengan kucing lain. Ia diberi dry food, sesekali raw food, serta tambahan vitamin. Perawatan Praga menghabiskan biaya sekitar Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per bulan. Dengan total 12 ekor kucing di rumah, anggaran yang harus disiapkan tentu tidak sedikit. "Ya tinggal dikalikan saja. Itu pun belum termasuk biaya ikut kompetisi," katanya sambil tertawa.
Menurut Causar, banyak orang tertarik memelihara Bengal karena tampilannya yang eksotis. Namun, tidak semua memahami karakter ras tersebut. "Bengal itu aktif sekali. Tidak bisa diam. Mereka perlu ruang bermain dan stimulasi. Kalau dilepas begitu saja di ruang tamu, siap-siap saja rumah seperti kapal pecah," katanya sambil tersenyum.
Untuk sementara, Causar belum berniat "mempensiunkan" Praga dari arena cat show. Ia masih ingin mengikutsertakan jagoannya di berbagai kompetisi nasional maupun internasional sebelum akhirnya menjadikannya pejantan di Akrivo Cattery.
"Sekarang fokus show dulu. Nanti baru breeding. Mudah-mudahan lahir Praga-Praga berikutnya," ujarnya.
Jika semua berjalan sesuai rencana, Praga tak hanya akan dikenang sebagai kucing juara, tetapi juga menjadi induk bagi generasi Bengal berkualitas dari Akrivo Cattery.
Simak Video "Mawar de Jongh Full Senyum Lihat Akting Anak-anak"
(jat/pus)