Trisno PAS Band Meninggal, Sandy Tangisi Janji Manggung Gak Terwujud
Salah satu sosok yang paling terpukul atas kepergian Trisno adalah drummer PAS Band, Sandy. Di tengah suasana duka, Sandy mengenang momen terakhir saat menjenguk sahabatnya seusai menjalani operasi saraf di kepala.
"Sudah setelah operasi alhamdulillah berhasil, tapi efek negatifnya adalah jadi kejang-kejang gitu. Berapa kali waktu saya nengok, saya ajak ngomong, 'Ayo Bro sembuh, sembuh'," kata Sandy di rumahnya di Depok, Jawa Barat, Sabtu (1/8/2026).
Baca juga: Trisno PAS Band Meninggal Dunia |
Sandy PAS Band menangis mengenang Trisno. Foto: Febryantino Nur Pratama |
Saat itu, Sandy masih menyimpan harapan besar agar Trisno segera pulih. Ia bahkan mengingatkan sang sahabat soal jadwal manggung PAS Band yang telah menanti beberapa hari kemudian.
"Tanggal 8 (Agustus) kita akan manggung di Subang. Setengah sembilan kita akan kumpul. Ayo Bro kuat, kuat, kuat. Ayo Bro kuat, kuat, kita mau manggung yuk, kita latihan yuk," ungkapnya.
Namun, harapan tersebut tak pernah menjadi kenyataan. Sandy mengaku Trisno sempat menoleh ke arahnya seolah ingin menyampaikan sesuatu. Sayangnya, kondisi fisiknya tak memungkinkan.
"Dan dia nengok ke saya, kayak dia mau ngomong sesuatu tapi nggak jadi, tapi kejang, kejang karena efek operasi. Udah, dan hari-hari berikutnya tuh up and down, up and down," tuturnya.
Kondisi Trisno terus mengalami penurunan hingga beberapa kali harus menjalani perawatan intensif di ICU. Sandy mengatakan kabar terakhir yang diterimanya dari rekan mereka, Bebeng, membuat seluruh personel PAS Band semakin bersiap menghadapi kemungkinan terburuk.
"Dan beberapa kali akhirnya masuk ICU lagi, keluar, ICU lagi, gitu. Iya, dua hari yang lalu Bebeng bilang, 'Guys, Trisno kritis di ICU dan sudah nggak bisa merespons.'" pungkasnya.
(fbr/aay)

