Fakta Baru di Persidangan D4vd: Korban Aborsi Sebelum Dibunuh

Asep Syaifullah
|
detikPop
Singer David Anthony Burke, known as D4vd, looks on during his arraignment for the murder of Celeste Rivas Hernandez at the Clara Shortridge Foltz Criminal Justice Center in Los Angeles, California, U.S., April 20, 2026. Los Angeles County District Attorney Nathan J. Hochman announced earlier in the day that musician David Anthony Burke, known as D4vd, was charged today with murdering 14-year-old Celeste Rivas Hernandez, whose body was found decomposed and dismembered in his car that had been impounded in September 2025.    TED SOQUI/Pool via REUTERS
D4vd (Foto: via REUTERS/Ted Soqui)
Jakarta - Persidangan pendahuluan (pre-trial hearing) kasus pembunuhan yang melibatkan penyanyi David Anthony Burke, yang dikenal dengan nama panggung D4vd, mengungkap fakta baru.

Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Los Angeles pada Jumat lalu, jaksa penuntut umum membeberkan bukti pesan singkat yang menunjukkan bahwa korban, Celeste Rivas Hernandez (14), pernah hamil dan menjalani aborsi sebelum tewas.

Penyanyi berusia 21 tahun yang populer lewat lagu viral "Romantic Homicide" tersebut saat ini menghadapi tujuh dakwaan berat, termasuk pembunuhan, kekerasan seksual berkelanjutan terhadap anak di bawah umur, hingga mutilasi jasad.

Bukti Pesan Singkat dan Dugaan Motif

Dalam persidangan, Jaksa menampilkan data iCloud yang dipulihkan dari ponsel milik Burke. Pesan tersebut merekam komunikasi antara Burke dan Celeste sejak Agustus 2022, saat korban masih berusia 11 tahun dan Burke berusia 17 tahun.

Pada percakapan Januari 2024, ketika korban berusia 13 tahun, Celeste sempat membahas keputusan aborsi dengan Burke. Dalam pesan lain yang dikirim pada Juni 2024, Burke menuliskan pesan kepada korban, "Mari jadikan aborsi ini yang terakhir sampai kita memiliki anak yang sebenarnya..."

Jaksa menduga motif pembunuhan berawal dari ancaman korban yang akan membongkar tindakan kekerasan seksual dan hubungan terlarang Burke dengan anak di bawah umur, yang berpotensi menghancurkan karier musik sang penyanyi.

Temuan Forensik dan Bukti DNA

Detektif Kepolisian Los Angeles (LAPD), Corey Farrell, bersaksi bahwa selain riwayat pesan, ponsel milik pelaku juga menyimpan foto-foto dugaan kekerasan seksual terhadap korban.

Pengungkapan rincian foto tersebut membuat ibu korban, Mercedes Rivas Hernandez, emosional dan harus meninggalkan ruang sidang.

Selain itu, kepolisian mengonfirmasi bahwa sampel DNA dari bercak darah yang ditemukan di rumah dan garasi milik Burke di Hollywood Hills cocok dengan DNA Celeste.

Sementara itu, ahli forensik Dr. Grant Ho menyatakan bahwa penentuan waktu pasti kematian korban sangat sulit diidentifikasi akibat kondisi jasad yang sudah mengalami pembusukan saat ditemukan.

Pihak kuasa hukum Burke memanfaatkan celah ini untuk mempertanyakan kemungkinan lain terkait penyebab kematian korban.

Latar Belakang Kasus

Kasus ini bermula ketika Celeste dilaporkan hilang oleh keluarganya dan terakhir terlihat di kediaman Burke pada 3 April 2025.

Lima bulan kemudian, pada September 2025-sehari setelah korban seharusnya berulang tahun ke-15-jasad Celeste ditemukan di dalam bagasi depan mobil Tesla milik Burke.

Saat jasad ditemukan, Burke sedang menjalani tur musik dunia. Penemuan tersebut memaksa pembatalan seluruh jadwal turnya hingga akhirnya kepolisian resmi menangkap Burke pada April 2026.

Burke menolak seluruh dakwaan dan menyatakan tidak bersalah. Rangkaian persidangan pendahuluan ini dijadwalkan akan kembali dilanjutkan pada Senin mendatang untuk menentukan apakah kasus ini layak dilanjutkan ke tingkat peradilan penuh.

(ass/dar)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO