Penyebab Kematian Sam Neill Terungkap, Meninggal karena Pneumonia
Kabar itu dibagikan oleh perwakilannya dalam sebuah pernyataan. "Sebelum jatuh sakit, Sam berjuang dengan gigih dan mengalahkan limfoma melalui pengobatan baru yang disebut terapi CAR-T," kata perwakilan Sam Neill, seperti dilansir dari The People, Kamis (16/7/2026).
Selama 12 bulan terakhir, ia syuting empat proyek secara berturut-turutnya. Sam Neill juga sibuk menjalankan perkebunan anggurnya, Two Paddocks.
Pihak keluarga Sam Neill juga bilang kalau upcara peringatakan bakal digelar di peternakannya di Selandia Baru dalam waktu dekat.
"Saya ingin berterima kasih kepada mereka yang benar-benar dekat dengan Sam karena telah mempertimbangkan privasinya dengan rasa hormat dan yang dibutuhkan serta pantas diterima oleh orang-orang terkasihnya selama masa yang sangat sulit ini," kata perwakilannya.
Perwakilan Sam Neill juga bilang sebagai pengganti karangan bunga, penggemar dapat menyumbang ke berbagai organisasi amal favorit aktor tersebut, termasuk The Dunstan Hospital Foundation, The Snowdome Foundation, NZ Nature Fund, dan Sustainable Tarras.
Pada 2022, sang aktor didiagnosis menderita limfoma sel T angioimunoblastik, jenis kanker darah yang langka. Dalam sebuah wawancara, ia menyatakan telah sembuh tapi kemungkinan besar harus menjalani kemoterapi seumur hidupnya.
Awal pekan ini, saat kabar kematian Sam Neill tersebar, pihak keluarga mengatakan kepergiannya mendadak dan tak terduga. ""Dengan kesedihan yang mendalam, keluarga besar Sam Neill menyampaikan kabar kematiannya pada hari Senin, 13 Juli, di Sydney, Australia," demikian pernyataan tersebut.
Selain Jurassic Park tahun 1993 dan sekuelnya, Neill dikenal karena peran utamanya dalam film-film termasuk The Hunt for Red October dan The Piano serta serial TV seperti The Tudors dan Peaky Blinders.
