Chris Brown Divonis Bayar Rp 213 M dalam Kasus Eks ART Digigit Anjing
Keputusan ini diambil setelah Chris Brown dinyatakan bersalah atas kelalaian terkait insiden penyerangan anjing peliharaannya yang melukai mantan asisten rumah tangga (ART) hingga mengalami cacat permanen.
Rincian pembagian uang ganti rugi tersebut adalah sebagai berikut:
- Maria Avila (Korban utama): Mendapatkan USD 12,9 juta (sekitar Rp 212,2 miliar) untuk kompensasi luka fisik berat, biaya medis, dan cacat permanen.
- Patricia Avila (Saudara perempuan Maria): Mendapatkan USD 885.000 (sekitar Rp 14,5 miliar) atas trauma emosional karena menyaksikan langsung kejadian mengerikan tersebut di lokasi kerja.
- Oscar Olivo (Suami Maria): Mendapatkan USD 50.000 (sekitar Rp 822 juta).
Kronologi Kejadian
Insiden tragis ini terjadi pada Desember 2020 di rumah mewah milik Chris Brown di Tarzana, Los Angeles. Saat itu, Maria Avila sedang membuang sampah ke halaman belakang ketika tiba-tiba seekor anjing ras Caucasian Shepherd (dikenal juga sebagai Caucasian Ovcharka) seberat 90 kg menyerangnya secara brutal.
Akibat serangan tersebut, Maria mengalami luka robek parah di wajah, lengan, dan bagian tubuh lainnya. Ia harus menjalani serangkaian operasi transplantasi kulit, serta menderita trauma psikologis mendalam (PTSD), kerusakan saraf, gangguan penglihatan, dan bekas luka permanen.
Persidangan yang berakhir pada akhir Juni 2026 ini sempat diwarnai drama pembatalan sidang karena salah satu juri melanggar aturan dengan mencari informasi kasus di internet. Setelah juri diganti, persidangan berlanjut hingga vonis diketuk.
Dalam kesaksiannya, Chris Brown mengakui adanya insiden tersebut namun membela diri dengan mengatakan bahwa ia sudah berulang kali memperingatkan para pekerjanya bahwa anjing-anjing di rumahnya sangat agresif dan dilatih khusus untuk menjaga keamanan dari penyusup, bukan untuk dielus.
Hal yang memberatkan Chris Brown di mata juri adalah tindakannya setelah kejadian. Alih-alih langsung menolong atau menelepon ambulans, ia justru pergi meninggalkan rumahnya menggunakan mobil selama beberapa jam. Di persidangan, ia mengaku panik dan takut kehadiran ambulans atau suaranya saat menelepon 911 akan memicu kehebohan media.
Kuasa hukum keluarga korban menyatakan sangat puas dengan keputusan juri yang dinilai memberikan keadilan yang setimpal bagi Maria dan keluarganya setelah perjuangan hukum yang panjang sejak 2021.
(ass/aay)











































