Round-Up
Dua Sisi Pertemuan Ruben Onsu, Sarwendah dan Anak di Bandara
Perselisihan ini bermula ketika kuasa hukum Sarwendah mengklaim kliennya berbesar hati menunggu di bandara agar Thalia dan Thania bisa bertemu Ruben Onsu sebelum berangkat umrah.
Pertemuan yang terjadi kemarin dirasa pihak Ruben Onsu belum memenuhi hak yang tertuang dalam kesepakatan pascacerai. Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, menjelaskan kliennya menginginkan quality time yang sesungguhnya dengan Thalia dan Thania.
"Yang diminta oleh Ruben itu adalah dia mendapatkan hak untuk berkumpul bersama anaknya dua, tiga hari dalam satu minggu. Jadi bukan hanya sekadar ketemu beberapa menit di depan publik," kata Minola Sebayang dalam wawancara virtual, Kamis (25/6/2026) malam.
Menanggapi hal tersebut, Minola Sebayang meminta semua pihak untuk menggunakan logika sehat dan tidak terjebak dalam framing yang dianggap tidak tepat.
Pihak Ruben Onsu menilai pertemuan di bandara hanyalah formalitas singkat. Ruben merasa haknya sebagai ayah kandung untuk memiliki kedekatan emosional dengan anak-anaknya terhambat karena durasi yang sangat terbatas.
"Pertemuan itu juga harus berkualitas. Makanya selalu ada namanya quality time. Bukan ketika mau berangkat umrah pas-pasan, tapi kami tetap menghargai kesempatan itu, pertemuan itu karena bagaimanapun Ruben bisa bertemu dengan anaknya yang sudah lama tidak ketemu sebelum dia umrah. Tapi bukan bentuk pertemuan yang seperti itu," ujar Minola Sebayang.
Sementara itu pengacara Sarwendah, Chris Sam Siwu, menegaskan pihaknya telah melayangkan undangan resmi kepada Ruben Onsu untuk melakukan pertemuan bersama pada 11 Juli mendatang. Mereka berharap Ruben Onsu benar-benar datang.
Chris Sam Siwu menekankan inisiatif pertemuan ini datang langsung dari pihak Sarwendah. Ia memberikan penegasan kehadiran Ruben Onsu sangat diharapkan dalam agenda tersebut agar konflik tidak terus berlarut-larut.
"Pertemuan sudah kami undang. Masalah mereka hadir apa enggak, ya kami persilakan. Kalau memang mereka gak bisa, ya kami sangat menyayangkan. Tapi kami berharap mereka bisa hadir dalam pertemuan itu," kata Chris Sam Siwu saat ditemui di KPAI, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (25/6/2026).
Pertemuan ini memiliki bobot yang berbeda karena dirancang untuk mempertemukan kedua belah pihak secara langsung sebagai orang tua, bukan sekadar komunikasi antar kuasa hukum saja.
"Karena yang kami undang bukan hanya kuasa dengan kuasa, tapi dengan klien dengan klien. Ya, kami berharap ada titik temu, tidak lagi ribut-ribut. Karena bagaimanapun korban dari peristiwa ini bukan lagi para orang tuanya, ya, tetapi anak-anak. Jadi itu yang kami hindari," tegas Chris Sam Siwu.
Selain membahas rencana pertemuan tersebut, Chris Sam Siwu juga membeberkan bukti yang menunjukkan kliennya memiliki itikad baik dan tidak pernah mempersulit akses Ruben Onsu untuk bertemu anak-anak. Ia menceritakan momen kebesaran hati Sarwendah saat mempertemukan Thalia dan Thania dengan ayahnya di bandara baru-baru ini.
Ia menambahkan segala tudingan miring mengenai pembatasan akses tidak terbukti jika melihat kenyataan di lapangan. Ia berharap pihak Ruben Onsu bersikap kooperatif.
"Kami serahkan kepada lembaga-lembaga yang memang pas untuk menilai secara objektif. Kami tidak juga meminta pembelaan berlebihan tapi objektif saja dengan bukti yang kami punya," pungkasnya.
(ass/tia)











































