Emma Heming Willis memberikan klarifikasi untuk meluruskan narasi yang berkembang mengenai kondisi kesehatan suaminya, Bruce Willis.
Dalam kemunculannya di podcast Bossticks pada 15 Juni 2026, perempuan berusia 47 tahun tersebut menjelaskan penyakit demensia frontotemporal (FTD) yang diderita suaminya memiliki karakteristik yang berbeda dari anggapan publik selama ini.
Penyakit yang menyerang lobus frontal dan temporal otak tersebut memiliki tiga varian yang berbeda. Varian yang dialami oleh bintang film Die Hard tersebut secara spesifik memengaruhi kemampuan berbahasa.
Baca juga: Puja-puji James Gunn Buat Film The Furious |
"Varian yang diderita Bruce memengaruhi bahasa. Namun, ada varian lain yang akan memengaruhi perilaku dan varian lainnya yang bisa memengaruhi gerakan," kata Emma Heming Willis dikutip detikcom, Selasa (16/6/2026).
Emma menegaskan penyakit FTD yang diderita Bruce tidak memengaruhi daya ingatnya. Ia menyatakan sang suami masih mengenali dirinya serta seluruh anak-anaknya dengan baik. Hal ini sekaligus membantah kesalahpahaman yang sering menyamakan demensia dengan kehilangan ingatan total seperti pada penyakit Alzheimer.
"Itu adalah bagian otak yang berbeda. Jadi ketika orang bertanya apakah dia masih mengingat saya, jawabannya adalah dia ingat karena dia tidak menderita Alzheimer, dia menderita FTD. Saya pikir itu adalah kesalahpahaman yang sangat umum bahwa saat memikirkan demensia, kita selalu berpikir tentang kehilangan ingatan," terang Emma.
Selama menjalankan peran sebagai pengasuh bagi suaminya yang kini berusia 71 tahun, Emma mengaku ia dan keluarga merasa berduka meskipun sosok yang disayangi masih ada secara fisik.
"Ini adalah rasa duka terhadap seseorang yang masih hidup. Hal itulah yang dialami oleh banyak orang yang menjadi pengasuh bagi penderita demensia, karena orang tersebut ada di sana secara fisik tetapi mungkin tidak secara mental atau emosional," tutur Emma.
Emma menambahkan segala bentuk demensia perlahan-lahan merenggut kemampuan penderitanya. Ia mengaku terus belajar untuk memahami rasa duka yang muncul secara konsisten setiap harinya.
"Anda secara konsisten berada dalam kesedihan. Saya baru saja belajar bagaimana cara menjalaninya. Mungkin saya sedikit lebih terbiasa sekarang daripada saat awal diagnosis. Namun, Anda memang hanya duduk bersamanya dan bergerak berdampingan dengannya," ungkapnya.
Selain Emma, putri sulung Bruce dari pernikahannya dengan Demi Moore, Rumer Willis, juga menceritakan perspektifnya mengenai kondisi sang ayah. Rumer mengungkapkan ia melihat adanya perubahan kepribadian Bruce yang kini menjadi lebih lembut.
"Ada rasa manis ini. Dia selalu menjadi pria macho dan sekarang ada rasa kelembutan yang mungkin sebelumnya tidak diizinkan oleh citra seorang Bruce Willis," terang Rumer Willis.
Rumer merasa bersyukur karena putrinya, Louetta, sempat bertemu dan mengenal kakeknya secara langsung. Baginya, momen kebersamaan tersebut merupakan hal berharga yang belum tentu bisa didapatkan oleh adik-adiknya di masa depan.
Simak Video "Video: Keluarga akan Donorkan Otak Bruce Willis untuk Riset Demensia"
(ahs/ass)