Round Up
Prilly Latuconsina dari Hobi Diving Kini Jadi Rescue Diver
Selama beberapa waktu terakhir, pemeran Danur itu memang sedang doyan menyelam. Hobi itu yang kemudian melibatkannya sebagai salah satu rescue diver dalam kompetisi Red Bull Cliff Diving 2026.
Red Bull Cliff Diving 2026 digelar di Kroya Waterfall, Buleleng, dan Kelingking Beach, Nusa Penida, Bali. Acara berlangsung pada 20-23 Mei 2026. Prilly Latuconsina bertugas selama kompetisi berlangsung.
"Hari pertama medannya benar-benar gak gampang. Ombak besar, arus kencang, air dingin, dan harus terus berenang melawan arus supaya tetap stay di posisi rescue. Capek dan berat juga secara mental dan fisik, tapi rasanya senang sekali bisa dipercaya ada di posisi ini," tulis Prilly dalam unggahan Instagram dilihat Senin (25/5/2026).
Prilly juga memamerkan deretan foto dirinya sebagai rescue diver. Dalam unggahan yang sama, dia menerangkan gak menyangka kalau hobi menyelam bisa membawanya ke titik sebagai rescue diver dalam kompetisi ini.
Baca juga: Aksi Prilly Latuconsina Jadi Rescue Diver |
Prilly Latuconsina jadi Rescue Diver Foto: Instagram Prilly Latuconsina |
Terpilihnya aktris jebolan sinetron Ganteng Ganteng Serigala itu sebagai rescue diver di acara Red Bull Cliff Diving gak sembarangan. Seorang rescue diver harus masuk kualifikasi dengan seleksi ketat, sebab bertugas menjaga nyawa para atlet kelas dunia di tengah laut.
Rescue diver harus memegang lisensi dari PADI atau SSI, satu tingkat di atas lisensi Advanced Open Water. Selain itu, mereka juga dituntut memiliki keterampilan taktis dalam melakukan pencarian, manajemen keadaan darurat, dan evakuasi penyelam panik atau pingsan dari dasar laut.
"Buat aku ini bukan cuma pekerjaan, tapi tanggung jawab besar karena keselamatan atlet juga ada di tangan kami. Akan jadi pengalaman berharga dan ga terlupakan!" lanjut dia.
Prilly Latuconsina jadi Rescue Diver Foto: Instagram Prilly Latuconsina |
Red Bull Cliff Diving merupakan kompetisi ekstrem di mana para atlet melakukan manuver akrobatik dan melompat dari ketinggian lebih dari 20 meter. Mereka menghantam permukaan air dengan kecepatan yang bisa mencapai 85 km/jam.
Pada kecepatan ini, air bisa terasa seperti beton jika sudut pendaratannya meleset, sehingga risiko cedera, disorientasi, atau pingsan sangat tinggi. Di situlah rescue diver bertugas dan siap siaga.
(aay/mau)













































