Kasus P Diddy terus bergulir. Di tengah proses hukum yang masih berjalan, ia dan tim kuasa hukumnya bikin pernyataan baru yang cukup mengejutkan soal pesta freak-off yang selama ini jadi kontroversi.
Lewat sidang terbaru, pihak Diddy menyebut kalau freak-off bukan sekadar pesta liar, tapi bagian dari kebebasan berekspresi dan berkarya. Mereka mengklaim aktivitas tersebut sebagai pertunjukan yang terkonsep layaknya sebuah karya seni.
"Freak-offs dan malam-malam di hotel adalah pertunjukan seksual yang sangat terencana yang melibatkan penggunaan kostum, permainan peran, dan pencahayaan panggung yang difilmkan agar Combs dan pacar-pacarnya bisa menonton film porno amatir ini nanti." kata kuasa hukum P Diddy, dikutip dari The Hollywood Gossip.
"Produksi dan penayangan pornografi jenis ini dilindungi oleh Amandemen Pertama," tambahnya.
Pernyataan ini muncul setelah sebelumnya Diddy dijatuhi hukuman empat tahun penjara atas kasus perdagangan dan kejahatan seksual. Namun, pihaknya kini berupaya agar hukuman tersebut bisa diringankan.
Di sisi lain, hakim langsung mempertanyakan argumen tersebut, terutama terkait dugaan penggunaan obat-obatan terhadap para korban.
"Kita punya dua wanita yang diberi obat-obatan untuk berpartisipasi dalam hal ini, salah satunya menjadi pecandu opioid, jadi bukankah itu jadi alasan yang cukup untuk hukuman ini?" tanya sang hakim.
Jaksa federal juga menegaskan posisi mereka. Mereka menyebut Diddy menggunakan kekerasan, ancaman, serta obat-obatan untuk mengendalikan korban, yang masuk dalam pelanggaran serius hukum federal.
Simak Video "Video: P Diddy Gagal Bebas Bersyarat Jelang Vonis pada 3 Oktober Mendatang"
(dar/tia)