Duh, Pangeran Harry Digugat oleh Yayasan Amalnya Sendiri
Pangeran Harry digugat atas dugaan pencemaran nama baik oleh Sentebale, organisasi amal yang ia dirikan sendiri pada dua dekade lalu untuk membantu anak-anak di Afrika.
Berdasarkan dokumen yang diajukan di Pengadilan Tinggi London dilansir dari Deadline pada Minggu (12/4/2026), gugatan tersebut didaftarkan pada awal April 2026. Pangeran Harry bersama rekan dekatnya, Mark Dyer, yang sering disebut sebagai sosok mentor bagi Harry, tercatat sebagai pihak tergugat.
Klaim hukum tersebut diajukan di bawah kategori Media dan Komunikasi, yang mencakup tuduhan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi yang merugikan secara tertulis.
Pihak Sentebale menuduh bahwa sejak Maret 2025, Pangeran Harry terlibat dalam kampanye media yang agresif dan merusak terhadap yayasan tersebut. Perselisihan ini kabarnya berawal dari ketegangan internal mengenai tata kelola dan manajemen organisasi.
Dalam pernyataannya, pihak Sentebale mengeklaim bahwa tindakan Harry dan timnya telah mengakibatkan kerusakan reputasi signifikan terhadap citra yayasan di mata donor dan mitra internasional.
Selain itu Harry juga dituding menghambat proses kerja organisasi akibat konflik yang terus berlanjut. Terakhir soal serangan digital dan cyber-bullying kepada para eksekutif dan dewan wali amanat yayasan, yang diduga dipicu oleh narasi yang disebarkan oleh pihak Harry.
Menanggapi gugatan tersebut, juru bicara Pangeran Harry dan Mark Dyer mengeluarkan pernyataan tegas. Mereka membantah seluruh tuduhan dan menyatakan bahwa klaim tersebut tidak memiliki dasar hukum yang kuat.
"Klien kami sangat terkejut dan kecewa dengan tindakan ini. Tuduhan yang dilayangkan oleh dewan direksi Sentebale tidak hanya tidak berdasar, tetapi juga sangat ofensif mengingat dedikasi Pangeran Harry selama bertahun-tahun untuk misi yayasan ini," ujar perwakilan hukum sang Pangeran.
Sentebale didirikan oleh Pangeran Harry dan Pangeran Seeiso dari Lesotho pada 2006. Nama Sentebale sendiri berarti 'Jangan Lupakan Aku' dalam bahasa Sesotho, yang dipilih Harry sebagai penghormatan terhadap mendiang ibunya, Putri Diana, dan komitmennya terhadap anak-anak yatim piatu serta pengidap HIV/AIDS.
Hingga tahun lalu, Sentebale adalah salah satu dari sedikit organisasi berbasis di Inggris yang tetap didukung Harry setelah ia memutuskan mundur dari tugas resmi Kerajaan Inggris dan pindah ke Amerika Serikat.
Namun, hubungan tersebut retak secara permanen pada 2025 ketika Harry secara resmi mundur dari perannya sebagai penyokong.
Menyadari sensitivitas isu penggunaan dana amal, pihak Sentebale memberikan klarifikasi bahwa biaya hukum untuk menuntut sang pendiri tidak akan diambil dari dana donasi.
Organisasi tersebut menyatakan telah mengamankan pendanaan eksternal khusus untuk memproses kasus ini di pengadilan.
Kasus ini diprediksi akan menjadi persidangan yang panjang dan menarik perhatian publik dunia, mengingat ini adalah pertama kalinya seorang bangsawan digugat oleh organisasi yang ia ciptakan sendiri untuk tujuan kemanusiaan.
(ass/aay)











































