Nathalie Holscher Ikut Sewot Teddy Bikin Sule Pusing Urusan Warisan
Masalah warisan mendiang Lina Jubaedah kembali bikin pusing mantan suaminya, Sule. Hal ini terjadi setelah Teddy, suami mendiang Lina, mendorong penetapan ahli waris atas aset peninggalan Lina melalui jalur hukum di Pengadilan Negeri Bandung.
Permasalahan ini diketahui sudah bergulir sejak beberapa waktu lalu di PN Bandung, Jawa Barat. Langkah hukum Teddy itu membuat Sule kembali angkat bicara.
Ia menegaskan bahwa seluruh hak Bintang, anak dari Teddy dan Lina Jubaedah, tetap akan diberikan sesuai kesepakatan, yakni saat Bintang genap berusia 17 tahun.
Situasi ini rupanya memancing reaksi dari mantan istri Sule, Nathalie Holscher. Lewat unggahan Instagram Stories miliknya, Nathalie diduga melontarkan sindiran keras yang menyasar Teddy. Ia bicara soal kerja, harga diri, dan sikap orang tua terhadap anak.
"Buat anak saling (memberi). Jangan ngerepotin orang woy. Kerja, malu, harga diri cuy. Dari mantan suami gue, lo cuma ngandelin warisan. Harusnya lo malu. Bikin cakwe kek, cilok kek, apa kek gak usah gengsi jadi orang," ungkap Nathalie Holsher dalam Instagram Stories miliknya, kemarin.
"Kalau kata aku sih ya, kerja. Lo kerja. Gue saja perempuan banting tulang, dari kota ini ke kota ini. Lo cuma ngandelin warisan doang? Capek banget," tuturnya.
Sebelumnya, Sule juga sudah menjelaskan duduk perkara persoalan ini. Ia mengingatkan Teddy soal surat pernyataan yang dibuat dalam pertemuan tujuh hari setelah Lina Jubaedah meninggal dunia.
Surat bermaterai tersebut berisi pernyataan Teddy yang disebut tidak akan menuntut aset peninggalan Lina.
"Bukan perjanjian, itu surat pernyataan dari almarhumah melalui lawyernya, dan itu sudah sebetulnya, sudah ada kesepakatan bahwa saudara Teddy itu tidak akan menghaki (aset-aset tersebut) di depan anak saya, di depan lawyer, tidak akan menghaki dan menyerahkan safety box karena itu kan di bank," kata Sule, Senin (9/6/2026).
Hingga kini, polemik warisan Lina Jubaedah masih terus bergulir. Proses hukum di PN Bandung pun berjalan, sementara publik menanti kejelasan akhir dari sengketa yang kembali menyeret banyak nama besar ini.
(dar/dar)











































