Muncul Klaim Kurt Cobain Dibunuh, Bukan Bunuh Diri

Atmi Ahsani Yusron
|
detikPop
Pakaian Kurt Cobain Yang Dilelang
Foto: The Sun
Jakarta - Kematian Kurt Cobain, pentolan band Nirvana, pada 5 April 1994 dilaporkan karena bunuh diri dengan senapan. Kini, muncul klaim kalau kematian itu bisa jadi pembunuhan.

Klaim ini dibuat oleh tim ilmuwan forensik yang secara independen meninjau ulang kematian Kurt Cobain. Dilansir dari Daily Mail pada Rabu (11/2/2026), tim ini memunculkan beberapa teori baru.

Bekerja sama dengan penyelidik independen Michelle Wilkins, Brian Burnett sang ilmuwan forensik yakin banget kalau Kurt Cobain gak bunuh diri. Dari melihat barang bukti dan hasil autopsi langsung, dia bisa menyimpulkan kalau Cobain dibunuh.

"Ini adalah kasus pembunuhan. Kami harus melakukan sesuatu," katanya.

Klaim Burnett bukan tanpa alasan. Daily Mail menyebut dia sudah berpengalaman menangani kasus overdosis dan insiden tembakan pistol atau senapan lebih dari 10 tahun.

Keahliannya diakui setelah menganalisa kasus-kasus seperti kematian Kolonel Maritim James Sabow hingga Billey Joe Johnson Jr. Hasil temuan dan rekonstruksi forensik yang dilakukannya berhasil menantang temuan awal polisi dalam dua kasus tersebut.

Mendukung klaim Burnett, Wilkins menyebut dalam pernyataannya bahwa ada banyak hal gak konsisten dalam hasil autopsi. Berbeda dengan kasus kematian karena senjata api yang ditanganinya selama ini.

Dalam makalah yang sedang melewati proses peninjauan sejawat di International Journal of Forensic Science itu, mereka menyajikan 10 poin bukti. Termasuk dugaan Kurt Cobain diserang oleh satu atau lebih orang, dipaksa menggunakan heroin sampai overdosis, hingga dibunuh dengan pistol.

Lalu ada juga dugaan kalau banyak hal dalam kasus kematian Cobain terasa seperti rekayasa. Seperti posisi pistol dikondisikan seolah bunuh diri, jarum suntik yang terutup rapi, hingga surat bunuh diri yang ditulisnya pun disebut palsu.

"Bunuh diri itu berantakan, dan TKP ini terlalu bersih," kata Michelle.

Dalam hasil investigasi resmi Seattle Police Department disebutkan, Kurt Cobain menyuntikkan heroin ke dalam tubuhnya 10 kali, jauh di atas normal penyalahgunaan heroin mana pun.

Hasil autopsi Kurt Cobain menunjukkan cairan dalam paru-paru, pendarahan di mata, dan kerusakan otak hingga liver.

Nah menurut tim forensik independen ini, temuan itu justru gak biasa buat kematian akibat tembakan. Tapi lebih umum ditemukan pada korban overdosis heroin.

Pendarahan di mata dan kerusakan organ disebut sebagai tanda tubuh Cobain kekurangan oksigen di akhir hidupnya. Tapi ini jarang terjadi dalam kematian akibat tembakan.

Biasanya menurut mereka, kematian karena tembakan akan membuat darah tertarik ke saluran pernapasan. Hasil autopsi Kurt Cobain gak mencantumkan ini.

Lebih lanjut lagi dalam laporan autopsi dijelaskan bahwa ada kemungkinan batang otak Cobain gak rusak. Posisi lengannya juga gak kaku. Korban cedera otak biasanya akan tampil lebih kaku saat meninggal.

Hasil temuan tim independen ini gak bikin Seattle Police Department membuka lagi kasus kematian Kurt Cobain. Hal ini ditegaskan dalam pernyataan resmi.

"Detektif kami menyimpulkan bahwa dia meninggal karena bunuh diri, dan ini tetap menjadi pendirian yang dipegang oleh departemen ini," kata juru bicara kepolisian kepada Daily Mail.

--

Guys, kalau kamu punya pemikiran bunuh diri, jangan ragu untuk cari bantuan ke psikolog atau psikiater terdekat. Kamu bisa cek www.intothelightid.org/cari untuk mencari layanan kesehatan mental paling terjangkau dari lokasimu. Cek juga www.intothelightid.org/tolong buat pertolongan pertama buat kamu yang punya pemikiran untuk bunuh diri.

(aay/tia)




TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO