Skandal Jeffrey Epstein: Dari Lingkar Hollywood, Penjara, hingga Terbukanya Epstein Files

Nugraha
|
detikPop
Jeffrey Epstein
Jeffrey Epstein Foto: istimewa
Jakarta - Jeffrey Epstein, pemodal AS kembali menjadi sorotan global setelah ribuan dokumen investigasi dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ). Berkas-berkas ini membuka kembali jejak panjang kekuasaan, kejahatan seksual, dan jaringan pertemanan Epstein, termasuk dengan tokoh politik dan figur Hollywood, jauh sebelum dia meninggal di penjara pada 2019.

Epstein Files dikumpulkan sejak dia pertama kali dipenjara pada 2008 atas kasus prostitusi anak di Florida. Dia menjalani hukuman singkat dan dibebaskan pada 2009 yang menuai kritik luas karena dinilai terlalu lunak.

Meski berstatus sebagai pelaku kejahatan seksual, Epstein tetap bebas beraktivitas dan mempertahankan lingkar pertemanan elite.

Salah satu contohnya, seperti dilansir Variety, dalam salah satu file email pada Februari 2011, Epstein tengah mencari asisten baru di New York. Dia menghubungi Barry Josephson, produser Hollywood yang dikenal lewat serial Bones, meminta rekomendasi perempuan muda.

Dalam email yang kini dipublikasikan, Josephson merespons dengan antusias dan menggambarkan seorang perempuan awal 20-an secara seksual dan merendahkan. Dia menyebut perempuan tersebut akan melakukan apa saja dan bisa menjaga rahasia rapat-rapat.

Dokumen menunjukkan hubungan Epstein dan Josephson bukan sekadar pertemanan. Epstein beberapa kali memberikan bantuan finansial kepada Josephson, termasuk pinjaman pribadi sebesar USD 120 ribu pada 2011 dan bantuan menutup tagihan pajak senilai USD 215 ribu, dua tahun kemudian. Semua pinjaman disebut telah dikembalikan.

Sebaliknya, Josephson kerap membantu urusan hiburan di lingkar Epstein, mulai dari mengatur kunjungan lokasi syuting bagi perempuan muda hingga membantu proses audisi.

Topik tentang perempuan muda muncul berulang kali. Pada 2013, Epstein menanyakan aktris yang bisa ikut terbang dengan jet pribadinya ke Los Angeles bersama orang-orang Hollywood.

Josephson merespons santai dan mengundang Epstein mampir ke kantor karena sedang casting untuk proyek TV.

Setelah bebas dari penjara dan menghadapi gugatan perdata dari para korban, Epstein mengajukan ide film kepada Josephson. Konsepnya, kisah fiksi berlatar jet pribadi, kapal pesiar, pulau eksotis, dan perempuan elite.

Josephson menyambut ide itu, menawarkan produksi diam-diam, dan menyarankan film Absence of Malice sebagai referensi. Epstein bahkan menyatakan siap mendanai proyek tersebut.

Epstein ditangkap pada Juli 2019 dan ditahan di Metropolitan Correctional Center (MCC), New York, sambil menunggu persidangan perdagangan seks federal. Seperti dilansir People, catatan psikologis penjara menunjukkan risikonya bunuh diri dinilai rendah. Dia bahkan sempat menyatakan bunuh diri bertentangan dengan keyakinan Yahudinya.

Tapi pada 10 Agustus 2019, Epstein ditemukan tergantung di selnya. Kematiannya dinyatakan sebagai bunuh diri dan memicu kontroversi global.

Pada November 2025, Kongres AS meloloskan Epstein Files Transparency Act dan ditandatangani Presiden Donald Trump. Undang-undang ini mewajibkan DOJ merilis dokumen penyelidikan Epstein, dengan penyuntingan untuk melindungi korban.

Dokumen yang dirilis pada 30 Januari membuka ribuan halaman email, catatan perjalanan, dan foto. Nama-nama tokoh terkenal muncul, termasuk Josephson, Donald Trump, Bill Clinton, Bill Gates, Michael Jackson, dan Kevin Spacey, meski kemunculan nama gak otomatis membuktikan keterlibatan kriminal.


(nu2/dar)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO