Sosok Noe Vokalis Letto, Anak Cak Nun Jadi Ahli DPN Kemhan
Berdasarkan informasi di situs resmi Kemhan RI, pelantikan Noe dipimpin langsung oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin selaku Ketua Harian Dewan Pertahanan Nasional. Ke-12 tenaga ahli tersebut dilantik berdasarkan Keputusan Harian DPN Nomor: KEP/3/KH/X/2025.
Noe Letto dilantik jadi tenaga ahli Dewan Pertahanan Nasional. Foto: Instagram @kemhanri |
Kabar ini juga dikonfirmasi langsung oleh Karo Humas Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait. Ia menjelaskan bahwa Noe akan berkontribusi dalam penguatan kebijakan pertahanan nasional lewat pemikiran strategis.
"Betul beliau resmi dilantik sebagai Tenaga Ahli Madya di lingkungan Dewan Pertahanan Nasional dan akan memberikan dukungan pemikiran strategis untuk memperkuat kebijakan pertahanan nasional sesuai dengan tugas kelembagaan yang berlaku," katanya kepada wartawan, Minggu (18/1/2026), dilansir detikNews.
"Pengangkatan dilakukan berdasarkan kebutuhan organisasi serta pertimbangan profesional, kompetensi, dan rekam jejak keahlian, tanpa dikaitkan dengan latar belakang keluarga, pandangan pribadi, maupun faktor non-institusional lainnya," tambahnya.
Profil Noe Letto
Buat generasi 2000-an, nama Noe tentu sudah gak asing lagi. Dia dikenal sebagai vokalis Letto, band pop yang hits lewat lagu-lagu galau dengan lirik dalam.
Noe mendirikan Letto pada 2004 bersama tiga teman SMA-nya setelah sempat terpisah karena kesibukan masing-masing.
Noe merupakan putra dari budayawan sekaligus tokoh publik Muhammad Ainun Nadjib alias Cak Nun. Ibunya bernama Neneng Suryaningsih.
Setelah orang tuanya bercerai, Noe memiliki ibu sambung, yakni Novia Kolopaking. Ketiganya hidup berdampingan dengan prinsip kesetaraan.
Hal ini pernah diungkap langsung oleh Cak Nun dalam sebuah wawancara.
"Hubungan saya dan Via (Novia) dengan Sabrang (Noe) sangat egaliter, tidak ada nuansa bapak-ibu-anak. Kita dengan Sabrang lebih sebagai teman. Jika Sabrang nanti menikah, yang mendampingi tetap saya dan ibunya Sabrang. Via panitianya," ujar Cak Nun dilansir dari detikJogja.
Menurut catatan detikHot, Noe menikah pada Februari 2009 dengan kekasihnya, Uchie atau Fauzia Fajar Putri. Setahun kemudian, keduanya dikaruniai seorang putri.
Pendidikan Noe Letto: Jogja sampai Kanada
Sabrang mengawali pendidikannya di SD 1 Yosomulyo, lalu melanjutkan ke SMP Xaverius di Lampung. Setelah itu, ia menempuh pendidikan di SMAN 7 Yogyakarta.
Menariknya, Cak Nun memilih menyekolahkan Noe di sekolah 'biasa' ketimbang sekolah unggulan atau berlabel Islam. Tujuannya agar Noe bisa bergaul dengan semua kalangan tanpa sekat.
Selepas SMA, Noe merantau ke Kanada dan menempuh pendidikan di jurusan Matematika dan Fisika, University of Alberta. Ilmu yang dimilikinya bahkan membuat Noe beberapa kali diundang untuk berbagi pengetahuan di berbagai universitas di Indonesia.
Karier Musik hingga Film
Karier Noe di dunia musik dimulai lewat Letto yang ia dirikan pada 2004. Meski sempat mengalami pergantian personel, akhirnya terbentuk formasi utama: Ari Prastowo (Arian), Dedy Riyono (Dhedot), Sabrang Mowo Damar Panuluh (Noe), dan Agus Riyono (Patub).
Album perdana Letto bertajuk Truth, Cry, and Lie dirilis pada 2005 dan langsung mencuri perhatian. Kesuksesan itu berlanjut lewat album Don't Make Me Sad (2007), Lethologica (2009), Cinta Bersabarlah (2011), serta single Fatwa Hati (2020).
Namun kiprah Noe tak berhenti di musik. Pada 2008, ia mendirikan rumah produksi Pic[k]Lock Films bersama Demi Umaya Rachman. Lewat rumah produksi ini, ia terlibat dalam sejumlah film seperti Minggu Pagi di Victoria Park, Guru Bangsa Tjokroaminoto, Rayya, Cahaya di Atas Cahaya, dan Sampai Nanti, Hanna!.
(dar/pus)












































