Round Up Sepekan
LMKN Didesak Bubar, Kisruh soal Ngaku-ngaku Anak Kandung Denada
Buntut masalah ini, Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) didesak bubar. Lo kenapa?
Tiba-tiba banget nih ada seorang remaja yang mengaku anak kandung Denada.
Berikut lima berita populer selama sepekan:
1. Respons LMKN Didesak Bubar Buntut Pengelolaan Royalti
Masalah pengelolaan royalti sampai saat ini belum selesai juga. Buntut masalah ini, Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) didesak bubar. Loh, kenapa?
Hal ini ternyata karena, beberapa waktu lalu ada sejumlah pencipta lagu melaporkan Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) ke KPK. Mereka menduga, pelanggaran Undang-undang Hak Cipta karena membekukan uang royalti Rp 14 miliar. Hal ini kemudian menimbulkan kemarahan banyak musisi dan meminta mereka untuk bubar.
Dalam kesempatan itu, mereka mengklaim, pengkolektifan royalti seharusnya dilakukan Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) sehingga tak lagi membutuhkan kuasa LMKN.
LMKN kemudian memberikan tanggapan mengenai hal ini. Lewat salah satu komisarisnya, Ahmad Fahmi Ali, menjelaskan kedudukan LMKN saat ini sebagai lembaga pengklektif royalti sesuai dengan aturan yang ada sekarang.
2. One Battle After Another-Adolescence Menyala di Golden Globe
Ajang penghargaan tahunan bergengsi Hollywood Golden Globe kembali lewat gelaran ke-83. Acara dihelat akbar di hotel Beverly Hilton, Los Angeles, pada Minggu (11/1/2026) waktu setempat.
Nikki Glaser kembali didapuk sebagai host buat gelaran tahun ini. Dia debut membawakan Golden Globe tahun lalu, menjadikan acara 2026 ini sebagai comeback perdananya.
Komedian kelahiran 1 Juni 1984 itu muncul dengan opening monologue yang tetap nyentil dan lucu. Leonardo DiCaprio, Warner Bros. yang dibeli Netflix, hingga stasiun TV CBS jadi bahan candaan/sindiran Nikki.
Baca juga: Kronologi Clash di Keluarga David Beckham |
Leonardo DiCaprio dipuji Nikki Glaser karena penampilannya di One Battle After Another. Tapi dikomplain gegara gak pernah ngasih wawancara mendalam soal apa pun, jadi sulit buat dia cari bahan buat komedi.
"Kamu udah menang 3 Golden Globe dan 1 Oscar. Yang paling mengagumkan adalah kamu berhasil mencapai semua itu bahkan sebelum pacarmu berusia 30 tahun," kata Nikki yang disambut tawa oleh tamu dan respons senyum Leo.
3. Klarifikasi Kuburan Band soal Kehebohan Lagu Tak Diberi Tulang Lagi
Nama Kuburan Band muncul, disebut-sebut sebagai grup di balik lagu viral Tak Diberi Tulang Lagi. Narasi yang beredar di media sosial, lagu itu diciptakan sebagai sindiran buat Slank.
Tahu dong akhir tahun lalu Slank merilis lagu berjudul Republik Fufufafa? Lagu ini merupakan kritik yang diberikan Slank terhadap situasi politik di Indonesia.
Republik Fufufafa juga disebut jadi momentum kembalinya Slank dengan sebagai band yang aktif menyuarakan masalah sosial-politik. Seperti citra mereka di era 90-an hingga 2000-an.
Baca juga: 5 Drama China Paling Hype di Awal 2026 |
Nah lagu Tak Diberi Tulang Lagi disebut menyindir Slank karena keputusan mereka buat balik lagi ke lagu-lagu kritik soal pemerintah. Lagu ini mempertanyakan konsistensi Slank dalam mengkritik penguasa.
Kuburan Band yang namanya terseret langsung klarifikasi. Mereka menegaskan kalau lagi Tak Diberi Tulang Lagi bukanlah karya mereka.
Berita lain di halaman berikutnya
4. Slank Santai soal Tak Diberi Tulang Lagi
Slank yang lagi jadi obrolan banyak orang soal lagu Republik Fufufafa, kelihatan santai-santai aja dan gak khawatir dengan karya nya itu. Sebab banyak orang justru khawatir karena Republik Fufufafa terkesan terlalu satir.
Salah satunya dengan kehadiran lagu Tak Diberi Tulang Lagi yang diduga hasil AI. Yup, lagu ini digadang-gadang untuk meng-counter Republik Fufufafa dengan menggunakan lirik yang seakan menyindir Slank.
Gak cuma itu, lagu ini juga menjadikan nama Kuburan Band sebagai pemiliknya. Langsung deh, Kuburan Band menepis tudingan itu.
"Kami menghubungi Mas Kaka (vokalis Slank). Karena meskipun jarang ketemu, tapi pernah manggung bareng, kami merasa dekat-dekat saja. Mas Kaka responsnya enak. Dia bilang 'Iyalah', maksudnya mereka juga sudah bisa lihat kalau itu karyanya robot atau generik lah," ujar Denny Rahmat Ramdani, bassis Kuburan Band, Selasa (6/1/2026).
5. Denada Tak Hadiri Mediasi, Ressa Buka Peluang Damai di Luar Pengadilan
Gugatan yang menyeret penyanyi Denada kembali bergulir di Pengadilan Negeri Banyuwangi. Dalam agenda sidang mediasi tersebut, sosok Denada kembali tak menampakkan batang hidungnya di hadapan mediator.
Ketidakhadiran pemilik nama lengkap Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambunan itu tentu menjadi sorotan tajam. Pasalnya, Ressa Rizky Rossano selaku penggugat hadir secara langsung demi mencari kejelasan status hukumnya. Denada sendiri hanya diwakili oleh tim kuasa hukumnya dengan alasan kesibukan kontrak pekerjaan yang tak bisa ditinggalkan di Jakarta.
Kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, memberikan keterangan mengenai situasi di ruang sidang. Ia menyebutkan bahwa absennya Denada dikarenakan jadwal syuting yang padat.
"Jadi hari ini kebetulan kuasa tergugat hadir, tanpa juga dihadiri oleh tergugat. Alasannya tadi tergugat tidak hadir karena banyak schedule pekerjaan, mungkin ada kontrak yang tidak bisa dia tinggal, maka nggak bisa menghadiri," kata Ronald Armada dalam sambungan zoom, Kamis (15/1/2026).
Simak Video "Video: Siap-siap! Kafe-Mall Wajib Bayar Royalti Lagu yang Diputar untuk Komersil"
[Gambas:Video 20detik]











































