Inara Rusli Berharap Maaf ke Mawa, Insanul Fahmi Rela Sujud
Inara mengatakan sejak awal dirinya melihat persoalan ini sebagai masalah internal keluarga yang seharusnya bisa dibicarakan baik-baik lewat jalur musyawarah. Namun niat baik itu ternyata tidak mendapat sambutan.
"Sedari awal saya melihat kasus ini atau permasalahan ini, permasalahan internal keluarga sebenarnya. Jadi harusnya bisa diselesaikan secara musyawarah secara kekeluargaan," kata Inara Rusli di Bareskrim Polri pada Kamis (8/1).
Ia menyebut dirinya dan Insan sudah mencoba mengajukan restorative justice (RJ) sebagai jalan damai, tapi tidak mendapat respons dari Wardatina Mawa.
"Kita coba untuk berdamai, mengajukan RJ, baik aku dan Insan ke pihak pelapor, saudari M, tapi tidak ada respons baik, begitu," tuturnya.
Masalah makin pelik karena Inara mengaku tak punya akses komunikasi sama sekali dengan Mawa. Ia bahkan diblokir di media sosial.
"Aku sendiri juga terus terang enggak punya kontak saudari M, akun Instagram aku juga diblok. Jadi mau menunjukkan itikad baik untuk berdamai juga bingung lewat siapa," terangnya.
Inara juga menyayangkan sikap Mawa yang disebut tak merespons komunikasi dari Insanul Fahmi, padahal yang bersangkutan adalah suami sahnya.
"Selaku suami sahnya sendiri pun, Insan dalam hal ini juga tidak mendapatkan respons yang baik. Bahkan setiap kali chat, diposting di social media," kata Inara.
Meski begitu, Inara menegaskan keinginannya tetap satu: ingin semua berjalan damai tanpa saling menyakiti.
"Satu hal yang jelas penginnya semua berjalan secara damai ya. Inginnya hidup tenang-tenang saja. Inginnya berharapnya proses hukum ini bisa berjalan dengan lancar dan damai," lanjutnya.
Insanul Rea Bersujud Demi Maaf
Di sisi lain, kuasa hukum Insanul Fahmi, Tommy Tri Yunanto, mengungkapkan bahwa kliennya sudah sangat merendahkan diri demi bisa bertemu Wardatina Mawa dan menyelesaikan masalah secara baik-baik.
"Insanul saat ini merendahkan diri untuk bisa ketemu Mawa. Insanul gentleman. Mau bersujud bahkan juga meminta maaf kepada Mawa. Itu informasinya. Karena, memang walau bagaimanapun juga istri sah itu masih melekat di dirinya adalah Mawa," kata Tommy.
Insanul sendiri mengaku sudah lama mencoba membuka komunikasi, namun merasa ada pihak-pihak yang justru memperkeruh suasana.
"Aku bakal gentleman nanti minta difasilitasin juga dari Bang Tommy untuk ketemu sama keluarga, pastinya sama Mawa dan anak juga sih. Sebenarnya, kalau untuk langkah-langkahnya sudah dari lama saya coba untuk komunikasi, selalu pengin ketemu," kata Insanul.
Ia bahkan menduga pernyataan penolakan damai bukan sepenuhnya datang dari Mawa sendiri.
"Aku kenal sama Mawa. Bisa jadi itu statement (menolak damai) bukan dari dia sih. Bisa jadi dia disuruh sama orang. Ya pasti ada yang cuci otak Mawa. Jadi niat kita ke proses hukum di Bareskrim sebenarnya bukan untuk menyudutkan Mawa, justru kita ingin membuka siapa saja orang-orang yang mencoba menghasut terus-menerus."
(dar/dar)











































