Pengakuan Mengejutkan Ratu Camilla, Pernah Diserang di Kereta Api Saat Remaja

Febryantino Nur Pratama
|
detikPop
Potret Terbaru Raja Charles & Ratu Camilla Rayakan 20 Tahun Pernikahan
Foto: dok. Royal Family
Jakarta - Ratu Camilla akhirnya angkat bicara soal pengalaman traumatis yang dialaminya semasa remaja. Istri Raja Charles III itu mengungkap pernah menjadi korban serangan orang asing di kereta api, sebuah kejadian yang membekas kuat hingga puluhan tahun kemudian.

Pengakuan tersebut disampaikan Camilla saat berbincang soal kekerasan berbasis gender dalam program Today BBC Radio 4, yang tayang pada 31 Desember. Dalam kesempatan itu, ia berbincang dengan komentator BBC John Hunt dan putrinya, Amy Hunt.

"Ketika saya masih remaja, saya diserang di kereta," kata Camilla seperti dilansir detikcom pada Kamis (1/1/2026).

"Saya agak melupakannya, tapi saya ingat saat itu saya sangat marah." tambahnya.

Camilla menjelaskan serangan tersebut dilakukan oleh seseorang yang sama sekali tidak ia kenal. Saat itu, ia tengah membaca buku sebelum tiba-tiba diserang.

"Seseorang yang tidak saya kenal. Saya sedang membaca buku, lalu anak laki-laki, pria itu menyerang saya dan saya melawan balik," ujarnya.

Ia juga mengenang momen setelah turun dari kereta, ketika sang ibu menyadari ada yang tidak beres.

"Saya ingat turun dari kereta dan ibu saya menatap saya lalu berkata, 'Mengapa rambutmu berdiri tegak, dan mengapa kancing mantelmu hilang?'"

Meski peristiwa itu terjadi puluhan tahun lalu, Camilla mengaku perasaan setelah kejadian tersebut masih terasa jelas hingga kini.

"Saya telah diserang, tetapi yang paling saya ingat adalah kemarahan. Saya sangat marah, dan perasaan itu menghantui saya selama bertahun-tahun," tuturnya.

Percakapan itu juga menyinggung tragedi yang menimpa keluarga John dan Amy Hunt. Istri John, Carol Hunt, serta dua putrinya, Hannah dan Louise Hunt, tewas dalam serangan panah di rumah keluarga mereka di Hertfordshire, Inggris, pada Juni 2024. Pelaku, Kyle Clifford, yang merupakan mantan pacar Louise, mengaku bersalah dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup pada Maret lalu.

John dan Amy untuk berbicara terbuka mengenai tragedi tersebut disebut Camilla sangat menyentuh hatinya. "Ketika topik kekerasan dalam rumah tangga muncul dan Anda mendengar kisah seperti John dan Amy, itu adalah sesuatu yang sangat saya pedulikan," kata Camilla.

Amy Hunt pun memuji keberanian Camilla yang mau berbagi pengalaman pribadinya.

"Dibutuhkan keberanian untuk membagikan hal-hal seperti ini, karena setiap perempuan punya ceritanya masing-masing," ujar Amy.

Amy dan John menegaskan mereka ingin mengenang orang-orang terkasih mereka dari cara mereka hidup, bukan dari cara mereka meninggal.

"Memang mereka meninggal secara tragis, tetapi hidup mereka tidak tragis. Hidup mereka penuh dengan cinta, sukacita, kebahagiaan, dan kesenangan," pungkasnya.


(fbr/tia)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO