Drama panjang sengketa rumah mewah antara Katy Perry dan seorang veteran perang akhirnya mencapai titik akhir. Sang popstar dipastikan bakal menerima sekitar USD 1,84 juta (kurang lebih Rp 30,9 miliar) setelah memenangkan perselisihan hukum yang bergulir sejak 2020.
Masalah ini bermula ketika Katy Perry dan mantan pasangannya, Orlando Bloom, berusaha membeli rumah seharga USD 15 juta di kawasan elite Montecito, California, dari seorang veteran bernama Carl Westcott.
Namun transaksi itu berubah jadi saga hukum setelah Westcott mengklaim tidak sepenuhnya sadar saat menandatangani kontrak penjualan.
Westcott, yang saat itu berusia 86 tahun dan hidup dengan penyakit Huntington serta sejumlah gangguan kesehatan lain, menyatakan kondisinya mentalnya tidak cukup baik akibat obat pereda nyeri pascaoperasi besar.
Tapi hakim menilai fakta berkata lain: Westcott dianggap dalam kondisi sehat secara mental ketika perjanjian ditandatangani.
Dalam dokumen pengadilan terbaru, dikutip dari Daily Mail, Sabtu (29/11/2025), total kompensasi yang akan diterima Katy Perry mencapai USD 1.842.143. Rinciannya:
-Nilai sewa properti selama penundaan penutupan jual beli: USD 2.795.000 (Rp 47,26 miliar)
-Dikurangi modal yang ditahan: USD 1.062.736 (Rp 17,96 miliar)
-Ditambah bunga & kerugian lain: USD 149.703 (Rp 2,53 miliar)
-Biaya perbaikan selama penundaan: USD 259.582 (Rp 4,39 miliar)
Sebelumnya Katy Perry sempat menuntut USD 4,72 juta, tapi hakim tidak mengabulkan seluruhnya.
Saat ini, manajer bisnis Katy Perry, Bernie Gudvi, berhak mengurangi jumlah USD 1,8 juta dari sisa pembayaran. Gudvi dan timnya masih bisa mengajukan banding dalam sidang lanjutan yang dijadwalkan 30 Desember 2025.
Sebelumnya, pihak keluarga Westcott jelas gak terima. Chart Westcott, anak Carl, langsung menyindir Katy Perry habis-habisan. Dia bilang Katy bisa saja mundur dengan elegan dan nggak perlu menyeret ayahnya yang sakit parah ke pengadilan.
"Dia terbaring di tempat tidur, kena demensia stadium lanjut dan Huntington. Kondisinya naik-turun, bisa aja meninggal kapan saja. Tapi masih harus hadapi gugatan dari Katy Perry," kata Chart dikutip dari New York Post.
Chart bahkan menuding citra baik Katy Perry di publik cuma topeng.
"Dia tampil di depan umum seolah penuh empati dan kasih sayang. Nyatanya? Gak sama sekali. Bahkan minta maaf aja belum," sindirnya.
Kalau kamu pikir ini pertama kalinya Katy Perry berurusan dengan drama real-estate, nope. Pada 2017, ia memenangkan gugatan senilai USD 3,3 juta terkait sengketa pembelian sebuah biara di Los Angeles.
Simak Video "Video Detik-detik Katy Perry Nyaris Jatuh Saat 'Terbang' di Tur Lifetime"
(dar/wes)