ARDI-RAI Sebut LMKN Belum Cairkan Royalti, Rhoma Irama Pasang Badan

Pingkan Anggraini
|
detikPop
Rhoma Irama
Foto: Febryantino/detikcom
Jakarta - Rhoma Irama, Ikke Nurjanah, Elvy Sukaesih melakukan diskusi secara virtual bersama seluruh anggota Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) Anggota Royalti Dangdut Indonesia (ARDI). Dalam diskusi membahas soal royalti yang mereka klaim belum cair dari Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN).

Royalti yang mereka bahas adalah periode Juli sampai Desember 2025 yang seharusnya mulai didistribusikan pada Januari 2026.

Dalam keterangan pers yang diterima detikcom pada Selasa (17/3/2026), mereka menyatakan bahwa royalti itu belum diterima para musisi yang tergabung di ARDI dan RAI sampai statement ini diterbitkan.

ARDI dan RAI mengaku selama ini tidak ada masalah dengan pendistribusian royalti ke anggotanya. Namun kali ini berbeda, mereka mengklaim keterlambatan ini karena kebijakan-kebijakan LMKN yang sekarang.

"Setiap tahun dalam proses pembagian royalti, ARDI pada masa puasa jelang Idul Fitri sudah tuntas dalam proses distribusi royalti kepada anggota. Akibat dari kebijakan LMKN saat ini, anggota ARDI tidak mendapatkan haknya," tulis mereka dalam keterangan persnya.

Pola yang dibuat LMKN saat ini memfokuskan mereka untuk menarik royalti dan tidak lagi memperbolehkan LMK untuk melakukan hal serupa. LMK hanya diminta untuk mendistribusikan royalti ke anggotanya setelah royalti di verifikasi LMKN.

Selain itu, LMKN juga mengubah pola rumusan pembagian royalty kepada seluruh LMK dari consensus (kesepakatan Bersama seluruh LMK) menjadi proxy (data pakai), dan meniadakan UPA (unplugged performers allocation) yang selama ini diberikan kepada seluruh anggota yang terdaftar di LMK untuk karya yang tidak terdeteksi pemakaiannya.

"Dengan pola yang dibentuk oleh LMKN saat ini merugikan banyak pihak terutama hak terkait ARDI. Royalti yang biasanya diterima dalam masa setahun mencapai Rp 1 sampai Rp 1,5 miliar, untuk sumber analog, kali ini dengan proses hitung versi LMKN hanya mendapatkan haknya senilai Rp 25.063.346. Sungguh ironis mengingat penggunaan lagu dangdut mencakup berbagai sektor di Indonesia," paparnya lagi.

Lebih lanjut, menanggapi situasi seperti ini, Rhoma Irama akhirnya bertindak untuk menyumbangkan Rp 100 juta ke anggota ARDI dan RAI. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian atas situasi yang terjadi saat ini.

"Rhoma Irama mengaku sangat prihatin dengan kondisi para seniman musik dangdut khususnya pencipta lagu dan pelaku pertunjukan yang sangat berharap bisa mendapatkan royalti di bulan Ramadan ini," tutup mereka.


(pig/aay)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO