Raissa Anggiani dan Yung Caters Adu Sudut Pandang di Siapa Yang Salah
Lagu ini mempertemukan pop emosional Raissa dengan akar hip-hop Yung Caters. Menariknya, sosok perempuan dalam cerita justru menjadi pihak yang menyakiti dan mengingkari kepercayaan pasangannya.
Alih-alih menyelesaikan masalah, kedua karakter di lagu ini sama-sama bertahan dengan versinya masing-masing. Hasilnya adalah drama percintaan yang terasa dekat dengan hubungan anak muda, ketika urusan mencari siapa yang salah kadang justru bikin masalah makin panjang.
Menariknya, antusiasme terhadap lagu ini sudah muncul sebelum Siapa Yang Salah resmi dirilis. Per 4 September 2026, sound Raissa Anggiani tercatat sudah digunakan dalam 767 video TikTok, sementara sound Yung Caters muncul dalam 310 video.
Kolaborasi ini ternyata berawal dari sebuah livestream Yung Caters. Saat ditanya soal musisi Indonesia yang ingin diajak bekerja sama, nama Raissa langsung muncul dalam jawabannya.
"Awalnya aku suka livestream. Aku sering ditanya kalau ingin berkolaborasi dengan musisi Indonesia, mau dengan siapa. Aku jawab, Raissa," ujar Yung Caters.
Keinginan tersebut akhirnya benar-benar terwujud. Meski punya latar musik berbeda, keduanya merasa karakter vokal mereka justru bisa saling melengkapi.
"Sebenarnya karakter suara kami tidak terlalu berbeda. Justru suara kami cukup saling melengkapi. Kalau dari genre memang berbeda, tetapi itu yang membuatnya menarik," kata Raissa Anggiani.
Buat Raissa, lagu ini juga menjadi kesempatan untuk keluar sebentar dari zona musik yang selama ini identik dengannya. Ia mencoba membawa sisi yang lebih fun dan easy listening, sekaligus membuat pendengar ikut bergerak menikmati lagunya.
Sementara itu, Yung Caters ikut mengeksplorasi wilayah yang berbeda dari karya-karyanya sebelumnya. Setelah banyak bermain di ranah hip-hop, kali ini ia mencoba memadukan warna pop dan R&B.
Proses pembuatannya pun terbilang cepat. Berbagai ide dari seluruh tim berhasil dirangkai menjadi lagu dalam waktu sekitar satu hingga dua jam.
Perbedaan pendapat selama proses kreatif juga tidak dianggap sebagai masalah. Justru dari adu ide tersebut, mereka menemukan bentuk lagu yang dirasa paling pas.
"Kami berempat saling memberikan ide dan tidak malu untuk mengeluarkan apa pun yang ada di kepala. Jadinya lebih terasa seperti bersenang-senang dan bereksplorasi," tutur Raissa.
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
