ERN Siap Perkenalkan Warna Musiknya Lewat Karya Solo

Dicky Ardian
|
detikPop
ERN
Foto: ERN
Jakarta - ERN (dibaca "ereun") mulai menarik perhatian setelah tampil bersama KennyJacta dan Dochi Sadega lewat lagu Kau Coba Rayu. Tapi, kolaborasi tersebut baru jadi perkenalan awal dari sosok ERN sebagai musisi.

Kini, ERN siap melangkah lebih jauh dengan menghadirkan karya atas namanya sendiri. Kalau Kau Coba Rayu menjadi kesempatan pertama pendengar untuk mengenal suaranya, karya solo nanti bakal jadi ruang bagi ERN untuk menunjukkan karakter dan cerita yang ingin ia bawa.

Perjalanan ERN bersama musik sebenarnya sudah dimulai sejak kecil. Orangtuanya mengenalkan berbagai instrumen musik lewat les musik. Meski begitu, saat itu musik belum menjadi hal yang paling ia kejar. ERN justru lebih sering menghabiskan waktu untuk menggambar.

Ketertarikannya terhadap musik mulai berkembang saat SMP hingga SMA. Ia sempat bermain di beberapa band sekolah. Menariknya, alasan awal ERN memilih jadi anak band cukup sederhana dan menggelitik.

"Waktu itu aku merasa bukan yang paling pintar atau paling cantik, jadi setidaknya aku bisa jadi anak band. Dari situ aku ngikutin berbagai genre yang berkembang di lingkungan aku, mulai dari reggae, rock, alternative sampai pop punk. Walaupun sebenarnya genre-genre itu bukan comfort zone aku," ujar ERN.

Dari sana, ERN mulai mencoba berbagai warna musik yang berkembang di sekitarnya. Titik perubahan justru datang ketika ia kuliah di Universitas Negeri Malang dengan mengambil Pendidikan Seni Tari dan Musik.

Di lingkungan kampus, ERN mulai mengenal jazz, R&B, blues dan berbagai warna musik yang sebelumnya belum terlalu dekat dengannya. Para senior yang ditemuinya turut menjadi inspirasi hingga membuatnya semakin tertarik mendalami jazz dan R&B.

"Yang aku tahu, aku suka sama apa yang aku dengar. Dari situ aku merasa kayak menemukan sesuatu yang lebih dekat sama diri aku," jelasnya.

Proses tersebut perlahan membentuk karakter musikal ERN. Ia menemukan perpaduan karakter vokal yang soulful dengan pengaruh R&B, jazz dan warna musik urban. Personal style-nya yang dekat dengan oversized streetwear juga ikut memperkuat image tersebut.

Di balik keputusannya menekuni musik, ERN punya cerita personal yang cukup unik. Saat SMP, ia begitu mengidolakan One Direction sampai sempat membuat fan fiction tentang grup tersebut. Diary berisi fan fiction itu bahkan masih ia simpan sampai sekarang.

Kala itu, mimpi ERN sederhana. Ia ingin berada di satu panggung atau setidaknya satu backstage bersama One Direction atau salah satu personelnya. Saking seriusnya, ia bahkan punya ritual sebelum tidur. Mandi, pakai sedikit makeup, parfum, lalu mengenakan pakaian bagus agar kalau bertemu One Direction dalam mimpi, dirinya tidak terlihat seperti "gembel".

Cerita tersebut memang terdengar lucu, guys. Tapi dari situ terlihat bagaimana musik dan dunia yang ia kagumi sudah punya tempat tersendiri dalam hidup ERN sejak remaja.

"Dari awal, musik itu selalu berkaitan sama mimpi, imajinasi, dan keinginan aku untuk bisa menjadi bagian dari dunia yang aku kagumi."

Kini, mimpi itu mengambil bentuk yang berbeda. Bukan lagi sekadar ingin bertemu idola di atas panggung, tetapi bagaimana ERN bisa memiliki panggung dan suara yang benar-benar menjadi miliknya sendiri.

Setelah memperkenalkan diri lewat Kau Coba Rayu bersama KennyJacta dan Dochi Sadega, ERN kini bersiap menghadirkan karya solo. Dari anak yang dulu lebih suka menggambar, sempat bermain band karena ingin terlihat keren, hingga akhirnya menemukan kedekatan dengan jazz dan R&B, semuanya menjadi bagian dari perjalanan ERN menemukan identitas bermusiknya.

(dar/dar)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO