Ketika Jadi Lagu Pengingat dalam Dinamika Kehidupan

Pingkan Anggraini
|
detikPop
Unit musik KEGENDUTAN merilis single kedua Ketika, menggabungkan genre Pop, Reggae, dan Folk. Liriknya menyampaikan pesan reflektif dengan gaya satir.
Foto: Dokumentasi
Jakarta - Unit musik independen, KEGENDUTAN, kembali meramaikan kancah musik Tanah Air. Usai sukses mengenalkan karyanya, kali ini mereka resmi melepas single kedua bertajuk Ketika.

Pada karya terbarunya ini, KEGENDUTAN mengeksplorasi warna musik yang cukup ramah di telinga namun tetap sarat isi.

Merengkuh ramuan genre Pop, Reggae, hingga Folk, lagu ini menyuguhkan irama santai yang dijamin bikin pendengar langsung bergoyang tipis-tipis.

Lirik lagu Ketika ditulis langsung oleh Pieter Tanggar. Menariknya, Pieter membungkus pesan mendalam lagu ini dengan gaya tulisan syair satir. Dia dengan ciamik membawa lelucon serta candaan hangat untuk menelisik esensi manusia itu sendiri.

"Lewat liriknya, lagu Ketika menjadi pengingat bahwa manusia tidak pernah sempurna, penuh kesalahan, dan mudah lupa. Oleh karena itu, kita perlu tetap rendah hati, tidak merasa paling benar, dan menyadari bahwa pada akhirnya kita semua hanyalah manusia biasa."

Secara garis besar, lagu Ketika menceritakan tentang dinamika kehidupan manusia yang kerap kali terlena oleh godaan harta, tahta, cinta, keyakinan, hingga ambisi pribadi yang terlampau tinggi hingga akhirnya kehilangan arah tujuan.

Meskipun mengusung tema reflektif yang terkesan berat, proses pengerjaan musiknya justru digarap secara mandiri nan hangat di studio home recording.

Kesederhanaan proses ini justru memberikan sentuhan otentik dan intim di setiap alunan nadanya.

Saat ini, single Ketika milik KEGENDUTAN sudah bisa didengarkan dan dinikmati di berbagai platform musik digital favorit kamu. Jangan lupa masukkan ke playlist harianmu!



(pig/tia)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO