Dinda Ghania Cerita Rasanya Kehilangan Sebagian Diri
"Lagu Half of Me bercerita tentang seseorang yang sudah memberikan semua yang dimilikinya untuk orang yang disayang, tetapi pada akhirnya hubungan itu tetap berakhir. Rasanya seperti bukan hanya kehilangan seseorang, tetapi juga kehilangan sebagian dari diri kita," ujar Dinda Ghania.
Dalam proses penggarapannya, Dinda kembali bekerja sama dengan Josh Cumbee sebagai produser dan arranger, serta Gaston Pong sebagai penulis lirik. Berbeda dari Bad Connection yang bernuansa modern pop dan dance-pop, Half of Me hadir dengan aransemen yang lebih sederhana.
"Kalau mau dibandingkan sama Bad Connection, memang terasa berbeda. Dominasi gitar akustik dan piano menjadi fondasi utama lagu Half of Me, tujuannya untuk memberi ruang yang lebih luas bagi emosi dalam setiap lirik untuk berbicara," jelas Dinda.
Lewat aransemen minimalis yang mengandalkan gitar akustik dan piano, Half of Me menghadirkan suasana hangat sekaligus melankolis. Karakter vokal Dinda yang natural membuat emosi dalam lagu terasa semakin intim.
Dinda berharap lagu ini bisa menjadi teman bagi siapa saja yang sedang berada di fase kehilangan atau patah hati.
"Aku berharap lagu ini bisa menemani siapa pun yang sedang ada di fase kehilangan. Nggak apa-apa untuk merasakan semua emosi yang datang, karena itu bagian dari proses. Semoga lagu ini bisa membuat mereka merasa lebih dimengerti dan nggak sendirian," katanya.
Perilisan Half of Me juga bertepatan dengan penampilan Dinda Ghania di Prambanan Jazz Festival 2026. Pada hari kedua festival, Sabtu 4 Juli 2026, ia tampil satu panggung dengan Joey Alexander dan NIKI.
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
