Perankan Emmy Saelan, Beby Tsabina Konflik dengan Vincent Verhaag
Aktris Beby Tsabina dipercaya memerankan tokoh utama, Emmy Saelan. Bagi Beby, keterlibatannya dalam film ini menjadi pengalaman istimewa karena merupakan proyek film sejarah pertamanya.
"Karakternya sudah dijelaskan dengan sangat jelas sejak awal, mulai dari bayangan sifat, umur, sampai latar belakangnya. Jadi benar-benar dikasih tahu detailnya. Waktu casting pun belum tentu lolos, tapi setelah baca sebagian skrip, saya langsung tertarik dengan perannya," ujar Beby Tsabina dalam konferensi pers di kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Jumat (27/3/2026).
Untuk mendalami peran sebagai perawat di masa perang, Beby menjalani berbagai workshop. Termasuk simulasi kondisi medis darurat di lapangan.
"Bukan cuma jadi perawat di zaman dulu, tapi bagaimana menangani luka tembak di hutan dengan keterbatasan alat. Kita diajarkan kalau tidak ada kasur atau alkohol, harus pakai apa. Itu semua dipelajari," jelasnya.
Ia juga melakukan riset tambahan untuk memahami sosok Emmy Saelan yang tidak banyak terdokumentasi secara lengkap.
"Memang cerita tentang Emmy itu sepenggal-sepenggal, jadi harus riset lebih dalam. Untungnya sutradara punya beberapa buku yang jadi referensi, jadi kami bisa lebih memahami karakter masing-masing," tambahnya.
Tokoh pahlawan nasional Robert Wolter Mongisidi dalam film ini diperankan oleh Samo Rafael. Ia mengungkapkan persiapan fisik menjadi tantangan utama karena banyaknya adegan luar ruangan dengan medan berat.
"Jujur, minggu ini saya fokus renang dan gym. Karena syutingnya banyak di eksterior, kita harus kuat secara fisik. Medannya banyak tanjakan, jadi itu penting banget," ujar Samo.
Ia juga melakukan penyesuaian penampilan agar sesuai dengan karakter pejuang di medan perang.
"Lebih ke tanning saja, karena tidak mungkin di medan perang tapi terlihat pucat," katanya.
Meski merasa terbebani memerankan tokoh sejarah, Samo menilai pendekatan sutradara yang lebih menonjolkan sisi manusiawi karakter memudahkan proses aktingnya.
"Pendekatannya lebih ke manusianya, bukan hanya peristiwa sejarah. Jadi kita bisa melihat sisi emosional dan hubungan antar tokoh," jelasnya.
Sementara itu, Vincent Verhaag memerankan tokoh kontroversial Raymond Westerling. Ia mengaku sempat ragu mengambil peran tersebut karena latar belakang sejarah yang sensitif.
"Awalnya ragu karena tokoh ini dikenal kejam dan saya juga blasteran Belanda. Tapi setelah tahu sudut pandang film ini lebih ke korban, saya merasa ini penting untuk diceritakan," ungkap Vincent.
Menurutnya, film ini tidak berfokus pada balas dendam, melainkan mengangkat pengalaman para korban yang selama ini jarang terekspos.
"Ini bukan soal penjajah membantai, tapi tentang apa yang dirasakan korban. Itu yang ingin di-highlight," tambahnya.
Jumpa pers film Emmy. Foto: Febriyantino/detikcom |
Dari segi persiapan, Vincent mengaku tidak mengalami kesulitan berarti, terutama karena kemampuannya berbahasa Belanda. Namun, ia tetap melakukan penyesuaian penampilan sesuai kebutuhan karakter.
"Kalau soal jenggot dan kumis, nanti akan disesuaikan dengan referensi penampilan aslinya. Demi peran, tentu siap berubah," pungkasnya.
Film Emmy menggambarkan sosok Emmy Saelan sebagai tenaga kesehatan di tengah situasi perang yang penuh tekanan. Ia ditampilkan sebagai perempuan yang tetap berdiri di garis depan merawat dan melindungi ketika banyak orang memilih mundur.
Selain Beby Tsabina, Samo Rafael, dan Vincent Verhaag, film ini juga dibintangi oleh Aji Santosa, Moh. Iqbal Sulaiman, Dioren Jalu Permana, Dito Darmawan, Tubagus Ali, Aksara Dena, Dinda Ghania, Regina Suhari, Jesyca Marlein, serta Hans De Kraker.
Di tengah dunia modern, makna perempuan pejuang tidak lagi terbatas pada medan perang. Film ini mencoba merefleksikan keberanian perempuan dalam mengambil keputusan, memperjuangkan masa depan, serta menempatkan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi.
Melalui Emmy, Denny Siregar Production berharap dapat menghadirkan kisah yang tidak hanya kuat secara historis, tetapi juga emosional dan relevan dengan masa kini-tentang perempuan, cinta, pengorbanan, dan pilihan besar yang menentukan arah kehidupan.
Film Emmy akan segera memasuki proses syuting dalam waktu dekat dan direncanakan tayang pada 2026.
(fbr/dar)












































