Haruomi Hosono Rayakan Usia 79 dengan Single Note of Mothership
Note of Mothership menandai babak baru dalam perjalanan karier Hosono yang telah membentuk wajah musik populer selama lebih dari lima dekade. Media seni Frieze bahkan pernah menyebutnya sebagai sosok paling signifikan dalam sejarah musik populer Jepang.
Lebih dalam soal single terbarunya, Hosono mengungkapkan Note of Mothership lahir dari perenungan bertahun-tahun soal kehadiran sosok keibuan yang menyelimuti Bumi.
"Saya percaya ungkapan seperti 'Ibu Bumi' dan 'Ibu Alam' lahir dari pemahaman intuitif akan kasih sayang yang tegas namun lembut dari leluhur manusia kita," ujarnya dalam rilis resmi yang diterima detikcom pada Rabu (15/7/2026).
Visualizer yang menyertai lagu ini menghadirkan sosok Dr. Tanuki, karakter anjing rakun yang mengamati kehidupan lewat mikroskop dan kaca pembesar. Karakter tersebut menjadi metafora cara pandang Hosono dalam mengamati kehidupan dari sudut yang lebih intim.
Album Yours Sincerely, yang baru akan dirilis 11 September mendatang, digarap Hosono selama dua tahun terakhir. Ide album ini berangkat dari satu pertanyaan sederhana: bagaimana menerjemahkan konsep omoiyari, jihi, dan boseiai dari bahasa Jepang ke bahasa Inggris.
Setelah tak kunjung menemukan padanan yang pas, ia akhirnya memilih kata Sincerely, yang lazim digunakan untuk menutup surat.
Secara musikal, album ini memadukan aransemen folk yang eksploratif dengan sentuhan avant-pop, mengusung tema cinta tanpa syarat dari sosok yang memberi kehidupan. Yours Sincerely memuat 10 lagu, termasuk Note of Mothership, Sincerely, dan Ayurveda.
Haruomi Hosono juga dijadwalkan menggelar The Yours Sincerely Tour di Amerika Utara pada September mendatang, menandai penampilan pertamanya di Amerika Serikat dalam tujuh tahun terakhir. Ia akan tampil di Radio City Music Hall New York pada 16 September dan The Greek Theatre Los Angeles pada 20 September, dengan Toroy Moi sebagai penampil pembuka.
Sebagai musisi ikonik dan senior, Haruomi Hosono dikenal luas menginspirasi sejumlah musisi Barat, termasuk Harry Styles yang menamai album Harry's House (2022) dari album Hosono, HOSONO HOUSE (1973).
"Hosono adalah pahlawan saya, saya mencintai semua karyanya," ujar musisi Mac DeMarco, yang mengaku selalu siap merespons ajakan kolaborasi Hosono kapan pun dia inginkan.
Sebagai anggota pendiri Happy End dan Yellow Magic Orchestra (YMO), Haruomi Hosono turut membangun fondasi rock berbahasa Jepang sejak era 1970-an. Album YMO, Solid State Survivor (1979), pernah menduduki puncak tangga album Jepang dan terjual lebih dari dua juta kopi, menjadi cikal bakal synth-pop, techno, hingga hip-hop.
(aay/mau)
