Randy Martin dan Anthony Xie Gugup Jalani Adegan Intim dengan Cinta Laura
"Sebenarnya mungkin dalam setiap project, saya tuh selalu punya rasa nervous ya. Tapi especially yang in this case, di project ini berlawan main dengan Cinta gitu," ungkap Randy Martin di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (15/7/2026).
Rasa gugup tersebut sempat membuat Randy meminta waktu sejenak saat proses syuting berlangsung. Ia memilih mengatur napas sebelum kembali menjalani adegan agar bisa tampil maksimal.
"Jadi ada moment sama Cinta tuh, sebentar-sebentar... Gue nervous nih, gue atur napas dulu bentar ya, oke, oke, oke... Oke I'm back, let's go gitu," ujar Randy.
Meski menjadi pengalaman baru, Randy merasa proses syuting berjalan dengan profesional. Ia menyebut keberadaan, intimacy coordinator membantu para pemain memahami batasan dan menjaga kenyamanan selama produksi.
"Tapi ini menjadi challenge baru sih. Dan kayak tadi Cinta bilang, semua sudah ada koordinasinya, yang membuat lingkungan pekerjaan ini pun juga jadi safe dan membuat kita semua sangat profesional," tuturnya.
Cinta Laura juga menjelaskan, seluruh adegan intim dalam serial tersebut telah dipersiapkan dengan prosedur yang jelas. Para pemain menjalani workshop intimasi dan didampingi intimacy coordinator untuk memastikan setiap adegan dilakukan sesuai kesepakatan.
Menurut Cinta, setiap gerakan dalam adegan intim telah memiliki aturan yang disepakati bersama. Hal itu dilakukan agar seluruh pemain merasa aman selama proses syuting.
"Misalnya oh, pegang kepala itu lampu merah, yang artinya nggak boleh pegang. Atau pegang pundak itu lampu kuning, yang dalam arti boleh tapi harus bertanya dulu. Atau pegang tangan itu lampu hijau," jelasnya.
Selain soal profesionalitas di lokasi syuting, Randy dan Cinta juga mendapat dukungan dari pasangan masing-masing. Randy mengatakan hubungan dengan Lyodra dibangun atas dasar kepercayaan sehingga dapat menjalani tuntutan peran dengan tenang.
"Nggak ada harus protective karena, kita tahu satu sama lain nggak mungkin mengambil keputusan atau mengambil aksi yang menyakiti satu sama lain," ujar Randy.
Hal serupa juga dilakukan Anthony Xie yang meminta restu dari Audi Marissa. Menurut Anthony, keduanya memahami tuntutan pekerjaan masing-masing karena sama-sama berkecimpung di dunia akting.
"Itu mah pasti, kan ya pasti ada yang ngomong juga. Dan itu semua oke," ucap Anthony.
Sutradara Rizal Mantovani memastikan, adegan dalam Sleeping with the Enemy tetap dibuat dengan mengutamakan kenyamanan pemain serta nilai artistik. Cinta Laura menyebut, adegan intim dalam serial tersebut dikemas melalui pendekatan female gaze agar tidak mengeksploitasi perempuan.
"Pak Rizal juga ingin scene-scene tersebut dilakukan melalui 'female gaze'. Dalam arti, saat perempuan menonton scene ini, mereka tidak akan merasa jijik atau dieksploitasi," tutur Cinta.
Selain adegan intim, para pemain juga menghadapi tantangan berupa adegan laga. Anthony Xie bahkan sempat mengalami cedera leher saat menjalani latihan fighting untuk serial tersebut.
"Semua ada prosesnya. Waktu workshop fighting, bagian belakang aku sempat injury (cedera). Karena ada adegan fighting sama Cinta yang begitu hebat, makanya bertenaga banget," jelas Anthony.
Sleeping with the Enemy merupakan serial terbaru produksi Hitmaker Studios. Produser Rocky Soraya menyebut, proyek ini menjadi salah satu serial terbesar dan termahal yang pernah diproduksi rumah produksi tersebut dengan menggabungkan unsur action dan thriller.
Serial Sleeping with the Enemy, dijadwalkan mulai memasuki proses produksi atau syuting pada Jumat (17/7/2026) dan nantinya akan tayang melalui platform streaming WeTV.
