Siapa sih yang gak tahu lagu Pulang milik Float? Lagu indie folk yang super syahdu ini sering banget jadi playlist wajib pas lagi di perjalanan atau saat rindu rumah.
Alunan melodi yang tenang dan lirik yang menyentuh bikin lagu ini terdengar sangat magis.
Tapi tahu gak? Di balik ketenangan lagu Pulang, ternyata tersimpan drama proses produksi yang rumit dan bikin elus dada. Bahkan, lagu ikonik ini nyaris aja gak pernah sampai ke telinga kita.
Ya, lagu Pulang sebenarnya sudah ditulis jauh sebelum Float resmi berdiri sebagai sebuah band. Sang pencipta lagu tampaknya sudah menyimpan harta karun ini cukup lama sebelum akhirnya memutuskan untuk digarap bersama personel Float lainnya.
Drama dimulai ketika Float memutuskan untuk masuk ke tahap produksi pada awal tahun 2000-an. Saat proses rekaman sedang berjalan, mereka dihantam cobaan berat yautu data digital yang berisi seluruh komposisi dan aransemen lagu Pulang mendadak hilang.
Bisa bayangin gak gimana paniknya? Semua kerja keras yang sudah dibangun mendadak lenyap begitu saja tanpa jejak.
Akibat hilangnya data tersebut, para personel Float terpaksa harus memutar otak dan menyusun ulang aransemen lagu Pulang benar-benar dari awal lagi. Proses yang seharusnya bisa selesai kilat, akhirnya molor parah dan memakan waktu hingga hampir satu tahun.
Setelah perjuangan panjang dan berdarah-darah, lagu Pulang akhirnya resmi rampung dan menyapa pendengar untuk pertama kalinya lewat EP (album mini) bertajuk No-Dream Land yang dirilis pada 2005.
Gak menyangka ya? Di balik lagunya yang super tenang dan bikin damai, ada perjuangan panjang yang hampir saja membuat lagu ini lenyap digilas takdir.
Simak Video "Video: Curhatan Tio Pakusadewo Setelah Jalani Perawatan"
(pig/tia)