Bernadya Sampaikan Rindu Sepihak Lewat Rabun Jauh
Lagu ini ditulis bersama Rendy Pandugo dan Kamga, dengan tema yang simpel tapi ngena. Tentang menunggu dan merindukan seseorang yang sebenarnya sudah tidak lagi dekat, bahkan mungkin tidak akan kembali.
"Lagu ini juga penuh arti harapan, kadang kita sengaja 'tidak melihat' supaya semuanya terasa lebih ringan. Tapi di 'Rabun Jauh', justru ada momen di mana kita memilih untuk melihat dengan jelas dan menerima kenyataannya, walaupun itu menyakitkan", ujar Bernadya.
Menariknya, ide lagu ini datang dari sudut pandang yang cukup unik. Perspektifnya seperti seseorang yang berada di atas panggung, tapi tetap bisa "merasakan" kehadiran orang yang dirindukan tanpa benar-benar melihatnya.
"Waktu pertama kali mendengar demo 'Rabun Jauh', saya cukup terkejut karena idenya sangat unik. Lagu ini ditulis dari sudut pandang penyanyi di atas panggung tentang bagaimana seseorang bisa 'merasakan' kehadiran sosok tertentu tanpa harus melihatnya dengan jelas. Itu adalah perspektif yang jarang saya temui, baik dalam penulisan maupun dalam lagu yang pernah saya dengar," ungkap Randy Pandugo.
Secara musikal, lagu ini dibalut aransemen balada yang minimalis dan intim. Fokusnya ada di lirik dan vokal Bernadya yang terasa jujur dan personal, bikin emosi lagunya lebih kerasa.
"Secara musikal, kami sengaja memilih pendekatan yang sederhana dan intim. Di tengah suasana panggung yang hingar-bingar, kami ingin menghadirkan rasa yang lebih sunyi dan personal. Karena itu, aransemen dengan piano dan backing vocal saja sudah terasa cukup untuk menyampaikan emosi tersebut", tambah Randy Pandugo.
Rabun Jauh juga jadi single kedua menuju album kedua Bernadya. Lagu ini terasa seperti kembalinya ia ke warna balada emosional yang selama ini jadi ciri khasnya.
Lirik Lagu Rabun Jauh dari Bernadya
Rabun jauh, dari dulu
Tapi tak pernah mengganggu
Malah itu yang kubutuh
Sedikit kurangi demam panggung
Namun khusus, kota itu
Kupakai kacamataku
Sambil terus bersenandung
Terus mencari dari jauh
Berharap kau ada berdiri di situ
Di salah satu panggungku di kotamu
Chorus
Berharap kau ada di antara lautan manusia
Masih dengan tatapanmu yang sama
Kan tetap kukenali dengan mudah
Meski penglihatanku tak sempurna
Semoga tiba tepat waktu
Sebelum lagu ketujuh
Yang satu ini untukmu
Ku tulis agar kau tahu
Bahwa tiada lagi yang lebih kutunggu
Dari tatap banggamu untukku
Chorus
Berharap kau ada di antara lautan manusia
Masih dengan tatapanmu yang sama
Kan tetap kukenali dengan mudah
Meski penglihatanku tak sempurna
Kau datang menyamar pun masih bisa kutemukan
Tanpa melihat ku tahu kau ada
Kedip radarku pasti kan menyala
Sayangnya kali ini ia diam
(dar/dar)











































