Nanda Prima Rilis Memori Satu Atap yang Sangat Personal
Kini, Nanda Prima membuka lembaran yang jauh lebih personal lewat single terbarunya berjudul Memori Satu Atap.
Jika sebelumnya ia banyak bercerita tentang dinamika hubungan dan luka emosional antar dua insan, kali ini Nanda menyelami rindu paling sunyi, yaitu kerinduan yang sakral tentang kehilangan orang tua.
Melalui interpretasi vokalnya yang intim dan emosional, lewat lagu Memori Satu Atap ini Nanda menghadirkan kisah menyentuh tentang seorang anak yang memohon pada almarhum ayahnya, berharap bisa merayu Tuhan agar diberi kesempatan bertemu meski hanya sekali dalam mimpi.
Ada juga penyesalan kecil karena lupa menanyakan makna di balik nama indah yang diberikan. Emosinya hangat namun perih, tenang tapi menusuk. Rindunya tidak meledak-ledak, tapi menetap.
Lagu ini diciptakan oleh Roby Geisha, yang untuk pertama kalinya menulis tentang kehilangan orang tua.
"Saya sendiri nyaris tidak sanggup menuliskannya. Saya juga takut kehilangan, tapi di satu sisi saya juga sedang bersiap-siap untuk kehilangan. Lagu ini sangat sakral karena bercerita tentang kehilangan orang tua," ujar Roby dalam keterangan pers, Selasa (24/2/2026).
Di momen Ramadan 2026, Memori Satu Atap menjadi karya yang terasa semakin relevan.
Lagu ini dipersembahkan untuk siapa pun yang harus melewati Ramadan dan Lebaran tanpa kehadiran orang tua seperti tahun-tahun sebelumnya yaitu sebuah pengingat bahwa cinta mereka tetap hidup dalam kenangan.
Single terbaru Nanda Prima, Memori Satu Atap dirilis bersama label GSI Records pada 21 Februari 2026.
Bagi para perantau, anak-anak yang mulai memahami arti rumah, atau siapa pun yang pernah kehilangan, lagu ini terasa seperti pelukan yang tak terlihat. Mengingatkan bahwa cinta orang tua tidak pernah benar benar pergi. Ia hidup, di dalam memori satu atap.
(pig/pus)











































