Agrikulture Menyala Lewat Terang di Gelap Cahaya
Lagu ini jadi penegasan identitas Agrikulture yang konsisten meramu groove, ironi, dan refleksi hidup urban ke dalam musik yang bikin badan bergerak dan kepala ikut mikir, guys.
Masih berangkat dari semangat dance punk dan post punk ala Talking Heads hingga The Rapture, Agrikulture tetap menjadikan bass dan ritme sebagai fondasi utama. Namun, latar belakang mereka sebagai DJ bikin eksplorasi terdengar lebih cair.
Di lagu ini, funk, disco, dan new wave dilebur dalam komposisi repetitif yang tenang tapi menyimpan lapisan emosi yang subtil.
Jika Cerah Hari Ini menangkap optimisme spontan, Terang di Gelap Cahaya hadir dengan sudut pandang yang lebih matang dan personal. Lagu ini lahir dari kegelisahan tentang pencarian jawaban, ketenangan, dan kebahagiaan, tanpa benar-benar tahu harus mulai dari mana.
Rasanya seperti melepaskan pesan ke ruang luas, mengingatkan pada metafora message in a bottle ala The Police. Sebuah harapan sederhana bahwa masih ada yang mendengar, di tengah dunia digital yang bising.
Secara lirik, Agrikulture tetap setia pada gaya observasional yang lugas dan minim romantisasi. Pilihan kata yang sederhana justru terasa jujur, seperti kondisi ketika seseorang terlalu resah sampai kehabisan kata.
"Lagu ini adalah pengingat tentang bertahan dan menemukan makna terang versi masing-masing, bahkan ketika cahaya terasa samar," ungkap Agrikulture.
Baca juga: Cinta Tapi Terluka dari The Chasmala |
Sejak awal 2000-an, Agrikulture telah mengukuhkan posisi mereka lewat album Dawai Damai (2007) dan Terang Benderang (2011).
Lewat Terang di Gelap Cahaya, mereka kembali membuktikan konsistensi dan relevansinya di skena musik independen Indonesia. Musiknya tetap danceable, tetap artistik, dan tetap relevan dengan denyut kehidupan urban hari ini.
(dar/dar)











































